Angkasa Pura 2

Kim Jong Un Eksekusi 4 Pejabat Korea Utara yang Terlibat Prostitusi

Another NewsKamis, 13 Agustus 2020
images - 2020-08-13T125211.692

Pyongyang (BeritaTrans.com) – Supreme Leader Korea Utara ( Korut), Kim Jong Un kembali mengeksekusi 6 orang.
Empat di antaranya adalah pejabatnya sendiri.

Keputusan ini diambil karena adanya dugaan keterlibatan keenam orang ini dalam kasus prostitusi.

Enam orang yang terlibat dalam kasus ini berakhir di tangan regu tembak di Pyongyang, 20 Juli 2020 lalu.

Mereka mendapatkan ganjaran tersebut seusai melakukan transaksi seks melibatkan mahasiswi universitas seni.

Dikutip TribunnewsWiki dari sumber Korea Utara menuturkan, mereka dieksekusi usai bertransaksi dalam jaringan berbayar antara pejabat dengan mahasiswi tersebut.

Adanya proses transaksi proistitusi ini dilakukan di sebuah pemandian air panas yang terlindungi oleh elite kota.

Berdasar pada berita Radio Free Asia minggu lalu, perintah eksekusi tersebut dipercaya datang dari Kim Jong Un.

Hal ini lantaran dirinya dikatakan menyokong dua universitas tempat para mahasiswi tersebut.

“Saya berada di lokasi kejadian, dan menyaksikan empat pejabat Pyongyang dan dua muncikari dieksekusi karena prostitusi terorganisasi,” jelasnya.

Sumber tersebut mengungkapkan, transaksi itu menggunakan ruang karaoke pribadi di Munsuwon.

Tempat ini berlokasi di Distrik Tongdaewon.

Masih dari sumber yang sama, dia menyebut, yang terlibat dalam praktik gelap prostitusi tersebut bukan cuma enam orang yang telah dieksekuis itu saja.

Sumber tersebut mengatakan, ada bintang film yang bahkan terjun di dalamnya, dengan mengatur sebuah pertemuan dengan official Partai Pekerja Korea Utara.

Menurut informasi yang beredar, para gadis berusia 20 tahunan tersebut ditawari pekerjaan sampingan dengan gaji 500 dollar AS (Rp 7,3 juta) per bulan.

Gadis-gadis yang dijual tersebut dikatakan dari Universitas Pyongyang untuk Musik dan Tari, dan Universitas Pyongyang untuk Seni Drama dan Sinematik.

Sumber terkait juga membeberkan, praktik prostitusi tersebut terbongkar setelah para pelajar tahu pekerjaan seperti apa yang mereka lakukan dan melapor ke polisi.

Sebagai informasi, kasus ini awalnya terkuak dari satu mahasiswi yang tiba-tiba memperoleh uang yang tak tau dari mana asalnya.

Lantas kemudian dirinya dipaksa untuk berhubungan seks.

Aparat berwajib mulai menyelidiki dan meringkus dalang di balik kasus prostitusi ini.

Mereka juga melaporkannya ke pemimpin tertinggi karena kasus ini begitu parah.

Sumber ini mengungkapkan Kim Jong Un marah sebab dua sekolah favoritnya ternyata jadi tempat transaksi macam itu.

“Kim Jong Un, yang marah karena dua sekolah favoritnya ternyata jadi tempat transaksi gelap, memerintahkan eksekusi dengan ditembak,” kata sumber yang enggan disebut namanya ini.

Korea Utara telah menetapkan prostitusi sebagai sesuatu yang ilegal di negaranya, yang menjadi tempat para pejabat dapat memeras pelaku apabila tertangkap basah.

Umumnya, apabila tertangkap karena kasus berbau seks,maka hukuman satu hingga lima tahun untuk melakukan pekerjaan kasar telah menanti.

Terakhir, dia juga membeberkan, akhir-akhir ini, ada banyak aksi jual diri di Korea Utara.

Akan tetapi, kasus-kasus itu tidak ditindak oleh aparat.

“Eksekusi baru terjadi karena yang terlibat adalah pejabat dan mahasiswi universitas, serta menjadi semacam peringatan bagi yang lain,” pungkas sumber itu.
(lia/sumber:tribunnews)