Angkasa Pura 2

Menko Luhut Soroti Pembangunan Infastruktur Transportasi Udara

Bandara KokpitJumat, 14 Agustus 2020
IMG-20200814-WA0069

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, arahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR-DPR Tahun 2020, pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan.

Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan distribusi, sehingga mempermudah akses ke kawasan wisata dan mendongkrak lapangan kerja baru yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

“Dari 10 destinasi wisata prioritas, lim diantaranya super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang – Manado pembangunannya harus selesai di tahun ini,” ujar Luhut dalam webinar bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Pembangunan harus dilakukan kata dia, agar turis mau datang kembali. Pasalnya turis sangat penting kontribusinya bagi peningkatan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Menko Luhut juga menyampaikan arahan Presiden saat sidang kabinet 6 Agustus 2020 juga mengatakan perlu adanya penyederhanaan airline hub.

Menurut Presiden airline hub yang Indonesia miliki terlalu banyak dan tidak merata, sehingga harus berani menentukan bandara mana saja yang berpotensi menjadi international hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan juga karakteristik wilayahnya.

“Kebanyakan wisatawan yang datang melalui Jakarta, Medan, Bali, Makasar, Yogyakarta, Balikpapan, Manado, dan Surabaya itu saja yang mau kita lihat sehingga dengan konsentrasi seperti itu kita akan jauh lebih hebat. Tapi survei ini sedang kita buat, mudah-mudahan dalam bulan depan akan selesai,” ujar Menko Luhut.

Menurutnya, keberhasilan sektor transportasi udara secara makro diukur dari sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB), dampak ganda (multiplier effect) yang ditimbulkannya terhadap pertumbuhan sektor lain dan kemampuan meredam laju inflasi melalui kelancaran distribusi barang dan jasa ke seluruh pelosok.

Sedangkan dari aspek lebih mikro, keberhasilannya diukur dari kapasitas yang tersedia, kualitas pelayanan, keselamatan, aksesbilitas, keterjangkauan daya beli masyarakat dan utilisasi.

“Transportasi udara merupakan backbone dalam program pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah berupaya untuk memberikan stimulus kepada pihak operator airlines dan pengelola bandara,” imbuhnya.

Pengelola bandara dan maakapai diwajibkan untuk mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan, Surat Edaran Gugus Tugas dan Surat Edaran Kementerian Kesehatan dalam rangka menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 dan bagi yang melanggar akan diberikan peringatan. Juga

“Rencana peningkatan kapasitas agar dipersiapkan dan diperketat SOP di lapangan,” pungkas Luhut. (omy)