Angkasa Pura 2

Bangka Belitung Fokus Garap Wisata Kapal Pesiar, Pengembangan Pelabuhan Belinyu Dipercepat

Dermaga DestinasiSabtu, 15 Agustus 2020
e8rcbcjqja6itk4evkmg

BANGKABELITUNG (BeritaTrans.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempercepat pengembangan fasilitas Pelabuhan Belinyu di Kabupaten Bangka guna menggenjot wisata kapal pesiar.

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, mengatakan diharapkan pengembangan fasilitas di Pelabuhan Belinyu bisa rampung tahun ini.

“Kita menargetkan tahun ini pengembangan fasilitas Pelabuhan Belinyu selesai dan sudah dapat melayani kapal-kapal pesiar di daerah ini,” kata Erzaldi seperti dilansir Antara, Jumat (14/8).

Erzaldi mengatakan adapun program pengembangan fasilitas Pelabuhan Belinyu pada tahun ini adalah memperpanjang dermaga menjadi 175 meter, pengerukan alur pelayaran kapal dan pengeboman batu karang yang menjadi penghalang kapal berukuran besar di muara pelabuhan ini.

“Kita harapkan tahun depan, kapal-kapal pesiar dari berbagai mancanegara sudah mendarat dan bersandar di pelabuhan ini,” imbuh Erzaldi.

Erzaldi mengungkapkan, pengembangan Pelabuhan Belinyu ini tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan kapal-kapal pesiar, tetapi juga untuk meningkatkan ekspor komoditas-komoditas daerah ke luar negeri.

“Apabila pembangunan pelabuhan ini selesai, tentu akan mempermudah ekspor lada, sawit, karet, perikanan dan komoditas daerah ini dari Babel ke negara tujuan, sehingga akan menambah devisa negara dan daerah ini,” kata Erzaldi.

Sementara itu, Kepala Dishub Babel, KA Tajuddin, mengatakan pengembangan Pelabuhan Belinyu dilakukan di beberapa titik di antaranya pelebaran dan pedalaman alur di perairan Teluk Kelabat.

Saat ini, Teluk Kelabat hanya memiliki kedalaman alur kisaran 5,5 mean Low Water Springs (mLWS) hingga 6,5 mLWS dan kondisi ini masih terlalu dangkal dan sempit untuk dilalui kapal berukuran besar seperti kapal pesiar.

“Sarat kapal MV Colombus mencapai 8 meter, sehingga diperlukan space aman baling-baling kurang lebih 2-3 meter. Maka yang perlu dilakukan pendalaman sekitar 5-7 meter, dengan panjang alur rata-rata dikeruk sekitar 2-4 mil laut,” ujar Tajuddin.

Ia berharap dengan adanya pelebaran dan pendalaman alur pelabuhan akan membuka akses dari luar negeri melalui jalur laut. Kunjungan kapal cruise memberikan dampak bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Bangka Belitung.

“Kita harus percepat pembangunan pengembangan pelabuhan ini untuk mendorong kedatangan wisatawan mancanegara ke Babel melalui Pelabuhan Belinyu. Kita berharap ini secepatnya bisa terealisasikan,” pungkasnya.(amt/kumparan.com/foto:dokpemprovbabel)