Angkasa Pura 2

Pelni Rawat Kapal di BUMN Galangan

DermagaSabtu, 15 Agustus 2020
IMG-20200815-WA0006

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pastikan kapal tetap dalam kondisi prima meski di pandemi Covid-19, PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) tetap melakukan perawatan berkala bagi seluruh kapal penumpang dan barang guna menjaga kemanan dan kenyamanan pelayaran dengan menggandeng BUMN Galangan.

“Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar kapal menjalani portstay, namun kami tetap jaga keandalannya menjalani dengan perawatan berkala sesuai jadwal,” tutur Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro, Sabtu (15/8/2020).

Jadwal pemeliharaan dan perbaikan kapal, Yahya menjelaskan, tidak mengalami perubahan akibat pandemi.

“Kami pastikan 80% jadwal perawatan kapal tetap on schedule. Terdapat beberapa kapal yang mengalami percepatan jadwal karena status portstay, yang akhirnya kami manfaatkan waktu portstay untuk perbaikan,” kata Yahya.

Hingga Juli 2020, sebanyak 20 kapal penumpang telah melakukan docking, sementara enam kapal lainnya telah dijadwalkan akan melaksanakan docking di sisa tahun ini. Sementara, untuk kapal tol laut yang telah melaksanakan docking adalah KM Logistik Nusantara 2 dan KM Logistik Nusantara 6.

“Saat ini KM Caraka JN III-22 dengan spesifikasi angkutan barang tengah menjalani annual docking di galangan milik BUMN, PT Dok & Perkapalan Surabaya. Sedangkan beberapa kapal penumpang yang akan melaksanakan docking adalah KM Lawit, KM Kelud, KM Pangrango, KM Bukit Raya, KM Wilis, dan KM Tidar,” ungkapnya.

Sebagai sinergi BUMN, PT Pelni mempercayakan perawatan kapal pada empat BUMN galangan kapal yaitu PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok & Perkapalan Surabaya (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero).

“Sinergi kami dengan galangan-galangan BUMN telah diperkuat dengan MOU tahun lalu. Kami percaya perusahaan galangan nasional memiliki kecakapan dan kualitas yang baik,” ujar Yahya.

Sesuai ketentuan dari regulator, perawatan dan perbaikan kapal penumpang dan perintis wajib dilakukan setiap tahun. Sementara bagi kapal barang dijadwalkan setiap dua hingga tiga tahun sekali.

“Kegiatan yang dilakukan pada kapal meliputi perlimbungan, perbaikan deck, serta perbaikan mesin. Sebagai perusahaan pelayaran yang mengacu para regulasi internasional, kami sangat memprioritaskan keselamatan pelayaran,” urai dia.

Sinergi BUMN juga dilakukan Pelni dengan menggandeng PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) sebagai pengawas klasifikasi kapal-kapal yang dimiliki Perusahaan. Yahya menambahkan dengan adanya jalinan sinergi yang dilakukan antar BUMN dalam hal perbaikan dan perawatan kapal ini diharap dapat memperkuat bisnis dan industri di dalam Negeri. (omy)