Angkasa Pura 2

Pemerintah akan Kembangkan Sea Plane untuk Dukung Pariwisata

images (4)

images (5)
JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Kemenko Kemaritiman dan Inversati Indonesia, Luhur Binsar Pandjaitan memgemukakan pemerintah akan mengembangkan sea plane untuk mendukung ekonomi dan pariwisata.

Luhut mengemukakan itu dalam webinar, yang digelar Kementerian Perhubungan, dengan tema Transportasi untuk Merajut Keberagaman dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Luhut, transportasi udara menjadi salah satu yang penting dalam mendukung ekonomi dan pariwisata. Untuk pecinta diving, bakalan ada sea plane atau pesawat terbang laut ke pulau-pulau cantik.

Dia menekankan pembangunan infrastruktur sangatlah penting dan akan terus dilanjutkan. Termasuk pembangunan bandara-bandara yang menjangkau 10 destinasi prioritas dan 5 destinasi super prioritas Indonesia.

Hal ini mengacu pada arahan Presiden dalam Rapat Terbatas 15 Juli 2019, bahwa infrastruktur di 5 Destinasi Super Prioritas harus selesai tahun 2020.

“Turis jadi sangat penting dalam kontribusi ekonomi kita. Kita ingin mengembangkan sea plane atau pesawat amfibi untuk orang diving,” jelasnya.

Diharapkan operasional sea plane akan mendukung pariwisata dan logistik di pulau-pulau wisata yang punya surga bawah laut. Sebut saja Raja Ampat dan Wakatobi.

“Jadi yang mau diving bisa langsung terbang ke pulau,” jelasnya.

Luhut juga menambahkan bahwa pembangun infrastruktur adalah kepentingan nasional. “Kita manfaatkan momen ini untuk reformasi penguatan semua bidang,” ungkapnya.

Selain menyinggung soal sea plane, Luhut juga menyampaikan bahwa Pemerintah juga sedang meningkatkan infrastruktur dan lingkungan dengan melibatkan masyarakat. Selagi pandemi, Indonesia dipercantik, contohnya Bandara Morotai yang diperpanjang landasan pacunya serta Banyuwangi yang sedang mempersiapkan diri menjadi World League Surfing.

“Transportasi dalam pemulihan, bertahap, bertingkat dan berlanjut. Kami sangat hati-hati,” pungkasnya.

Wisawatan domestik merupakan potensi besar dalam pariwisata dan penggerak utama untuk tahun 2020-2021. Karena besarnya keinginan untuk liburan, objek wisata outdoor dan bertema alam akan menjadi tujuan populer orang Indonesia.

Rekomendasi Balitbanghub
wing-in
Sebelumnya Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kememterian Perhubungan merekomendasikan pemakaian sejumlah alat transportrasi, yang dapat beroperasi multiguna yakni bus tanah air, wing in ground effect craft serta seaplane.

Rekomendasi itu muncul dari hasil penelitian Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Balitbanghub serta dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Penyelenggaraan Transportasi Laut Bersubsidi bagi Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan, Kamis (28/11/2019).

Dalam Focus Group Discussion (FGD), yang dipimpin Kepala Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Balitbanghub, Capt. Sahattua Simatupang, dihadiri pula Kepala Puslitbang Transportasi antar Moda, M Yugi Hartiman, serta Sekbalitbanghub Rosita Sinaga.

Enam hasil penelitian. disampaikan Frits Blessing, Johny Malisan, Edward Marpaung, Paulus Raga, Dedy Arianto dan Syafril KA. Sedangkan pembahas dari Ditjen Perhubungan Laut, Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, STIP, ALFI, DPP Pelra, operator serta Chairman BeritaTrans.com dan Aksi.id.

Hasil penelitian di tiga destinasi wisata yakni Danau Toba, Wakatobi dan Samarinda, memperlihatkan tetap digunakannya sarana transportasi eksisting yakni kapal ferry dan speedboat. Namun untuk mempercepat mobilitas dan efisiensi, maka dibutuhkan sarana angkutan berupa bus tanah air, wing in ground effect craft (kapal terbang rendah di atas permukaan air), serta seaplane (pesawat terbang air).

Beroperasi di Pulau Bawah
392020223844
BeritaTrans.com dan Aksi.id mencatat sea plane setidaknyabtekah beroperasi melayani turis dengan rute Pulau Bawah-Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Pesawat berkapasitas maksimal 10 penumpang ini akan terbang selama kurang lebih 70-80 menit.
(omy).