Angkasa Pura 2

Tanpa Latar Belakang Keluarga TNI, Dirut Kertajati Salahuddin Rafi jadi Dewan Penasehat di P3AU

BandaraSabtu, 15 Agustus 2020
Screenshot_20200815-163621

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Utama Bandar Udara Kertajati, Salahuddin Rafi ditunjuk sebagai dewan penasehat di Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara (P3AU).

Salahuddin Rafi ditunjuk langsung oleh ketua baru P3AU 2020-2025, Didik Heryantoro, sebagai dewan khusus tersebut, karena dianggap berpengalaman dan ke depannya dapat memberi banyak masukan terhadap organisasi  itu.

“Saya ajak beliau menjadi penasehat, banyak masukan darinya untuk organisasi,”kata Didik di sela acara musyawarah daerah P3AU DKI Jakarata di Gedung Graha Garda Halim Perdanakusuma, Sabtu (15/8/2020).

Screenshot_20200815-164310
Didik Heryantoro

Menurut Didik, Salahuddin yang juga sebagai Sekjen Ikatan Ahli Bandara Indonesia ini bisa membimbing untuk berbisnis yang baik serta dapat memperluas jaringan kerja untuk organisasinya.

“Selain itu, terus milenial Pak Rafi ini, Saya mencari(latar bekalang beliau) sendiri,” sambung Dosen Sekolah Tinggi Bisnis Indonesia, sekaligus Dosen di Islamic Global tersebut.

Didik mengungkapkan bahwa, Mantan Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi PT Angkasa Pura II, ini ternyata merupakan orang pertama di luar kaitannya dengan keluarga TNI Angkatan Udara yang masuk ke dalam organisasi P3AU.

Salahuddin Rafi pun mengapresiasi pihak P3AU yang memilihnya sebagai dewan yang di luar latar belakang TNI AU.

“Pertama saya salut kepada P3AU sudah membuka diri, bukan hanya keluarga yang menjadi dewan khusus atau yang menjadi penasehat, sudah enggak sektoral, menurut saya organisasi seperti ini cepat berkembang,” kata Salahuddin.

Dia menambahkan, bahwa di dalam berorganisasi bukan dilihat dari segi latar belakang keluarga saja tapi lebih kepada aksi dalam berkontribusi.

Menurut Salahuddin, P3AU melihatnya karena berpengalaman dan pernahterlibat di angkatan udara sewaktu tertugas di Bandar Udara Halim Perdanakusuma selama 12 tahun.

Alumni Sekolah Penerbangan Curug ini berpesan kepada P3AU, melalui organisasi ini menjadi pelopor anti korupsi.

“Kita(Indonesia) ini krisis moral, P3AU harus terdepan menunjukan bahwa Republik Indonesia harus bebas dari koruptor, organisasi ini mewakili putra putri Indonesia,” pesanya.

Dia juga mengajak ketua terpilih baru tersebut untuk menjadi tim cepat dalam menangani bencana alam karena menurutnya, P3AU memiliki keunggulan memiliki akses di setiap bandara.

“Ayo didik P3AU ini seperti tim resque, tapi bukan menyaingin Basarnas atau BNPB. Kalau ada bencana alam, P3AU ini punya keunggulan, karena di Airport bisa duluan bergerak,” tambahnya.

Dia juga menyerukan juga dalam berkegiatan sosial harus dilakukan secara ikhlas, karena dengan itu juga mencegah dari sifat koruptor. Salahuddin juga berprinsip bahwa P3AU ini memiliki power dan siap menjadi tim resque terhadap Bangsa Indonesia.

P3AU merupakan organisasi putra putri TNI angkatan udara untuk pemberdayaan organisai sebagai binaan dan secara konsisten dapat memperkaya wawasan serta menambah networking melalui potensi yang begitu luas tiada batas. (fhm)