Angkasa Pura 2

Bawa Bus Dunia Mas, Sopir Ini Seberangi 3 Pulau Sekaligus

KoridorSenin, 31 Agustus 2020
7312020173751

731202017383
JAKARTA (BeritaTrans.com) – Adalah I Wayan Ray pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) PO Dunia Mas jurusan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) – Jakarta. Rute itu melintasi tiga pulau besar menuju ibu kota negara.

Warga Cakranegara, Mataram, NTB, tersebut menceritakan satu kali trip perjalanannya melalui kota Bima kemudian Mataram, Denpasar, Surabaya hingga akhirnya menuju Jakarta selama tiga hari dua malam.

“Kemarin selasa berangkat malam dari Bima,  Rabu pagi di Mataram, terus nyeberang malam sudah di Denpasar. Terus nyebrang lagi pagi sudah di Surabaya dan langsung ke Jakarta,” cerita pria yang akrab disapa Ray tesebut kepada BeritaTrans.com di Terminal Pulo Gebang, Ahad (30/8/2020).

Penyeberangan yang dilalui ayah tujuh orang anak ini mulai dari Pelabuhan Poto Tano ke Pelabuhan Kayangan selama satu jam sampai satu jam setengah, kemudian Pelabuhan Lembar, NTB menuju Pelabuhan Padang Bai, Bali selama tiga sampai empat jam dan terakhir Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi selama 1 jam.

Bersama para kru lainnya, di perjalanan mereka lebih sering beristirahat saat bus berada di kapal menunggu belabuh di antara pulau yang dituju.

Perjalanan itu kadang ditempuhnya selama delapan sampai 10 hari selama pulang pergi(PP) tergantung ada-tidaknya penumpang.

Pria bertato itu kini berusia 52 tahun. Sudah dari tahun 1996 berprofesi menjadi sopir bus lintas tiga pulau dengan PO yang berbeda-beda.

“Dulu sebelumnya di (PO) Ikan Mas, terus di pariwisata (Dunia Mas), berhubung Covid-19 ya saya ambil yang reguler Dunia Mas, sempat juga dulu ekspedisi pakai truk” cerita Ray.

Saat ditemui, dia sudah tiga hari berada di Terminal Pulo Gebang dan harus menunggu dua hari lagi, yaitu hari Selasa untuk berangkat kembali ke Bima.

Ray juga menceritakan bahwa saat itu armadanya baru berjalan satu kali trip dari Bima, NTB. Hal itu karena pandemi Covid-19.

“Semua bus baru ini yang dari Bima, selama covid enggak narik bang, belum ada penumpang, operasionalnya kan besar,” kata lelaki gondrong tersebut.

Dia juga mengakui saat ini kondisi penumpang masih sepi di semua terminal pemberangkatan yang kota-kota pemberhentiannya.

“Baru mulai satu PP ini, kemarin dari Bima empat penumpang, di Surabaya tambahan 12 penumpang. Ada 18 orang lah, itupun ada yang turun di Semarang juga,” ungkap Ray.

Untuk operasional, Ray menceritakan busnya membutuhkan biaya Rp9 juta untuk sekali jalan, yang terdiri dari uang penyeberangan, solar dan biaya tol.

Saat ini tarif bus PO Dunia Mas tidak mengalami kenaikan, artinya tarif masih normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

Daftar harga tiket Jakarta-Surabaya Rp300 ribu, Jakarta-Denpasar Rp450 ribu, Jakarta-Mataram Rp650 ribu dan Jakarta-Bima Rp850 ribu.

Mengenai pemasukan kru, meski pandemi Covid-19 yang berimbas sedikitnya jumlah penumpang, perusahaan ungkap Ray tetap menggaji kru bus seperti sebelum pandemi.

“Juragannya kasian sama kita, perhatian sama karyawannnya. Gaji Rp1,2 juta bagi dua sama-sama(sopir ke dua) Rp6 ratus. Kalau dulu sampai terminal langsung berangkat, enak. Sekarang kan musti nunggu lagi, jadinya lama di jalan,” kata Ray.

Ray berharap saat ini sektor pariwisata dapat dibuka lagi dan orang-orang bisa beraktivitas seperti sebelum pandemi agar penumpang ramai lagi, kembali menggunakan angkutan transportasi darat. (fahmi).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari