Angkasa Pura 2

Balitbanghub Laksanakan FGD Potensi Penggunaan Bus Tanah Air Dalam Rangka Mendukung Pengembangan Sektor Pariwisata

Dermaga Destinasi Koridor LitbangSelasa, 8 September 2020
882020135118

WAKATOBI (BeritaTrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Potensi Penggunaan Bus Tanah Air Dalam Rangka Mendukung Pengembangan Sektor Pariwisata.

Kegiatan di Wakatobi Patuno Dining and Beach Resort, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9/2020), itu dibesut Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan (SDP).

Diskusi, yang dibuka Kepala Balitbanghub Ir. Umiyatun Hayati Tristuti, MSc, tersebut secara paralel juga diikuti melalui virtual dengan menggunakan fasilitas aplikasi Zoom.
882020135620
Dalam laporannya, Kepala Puslitbang Laut dan SDP Balitbanghub Ir. I Nyoman Sukayadnya, MM, mengutarakan guna mendukung konektivitas, keamanan dan keselamatan pelayaran diperlukan adanya kepedulian semua pihak untuk dapat ikut serta menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk sektor transportasi laut dala mendukung pengembangan sektor pariwisata di Indonesia dapat dimanfaatkan seefektif mungkin.

“Kementerian Perhubungan sebagai regulator salah satu bidang transportasi laut membutuhkan pemikiran-pemikiran dalam rangka potensi penggunaan Bus Tanah Air Indonesia,” ungkapnya.

Tujuan kegiatan FGD untuk masukan pemikiran dalam rangka pengambilan keputusan terkait dengan pengoperasian, jenis dan tipe kebutuhan Bus Tanah Air Indonesia untuk keperintisan dan pariwisata yang sesuai dengan kondisi wilayah setempat dan dapat diterapkan di Indonesia.

Penggunaan Bus Tanah Air Indonesia yang laik baik di darat maupun di laut mutlak diperlukan dapat diawali dengan sosialisasi yang baik ke seluruh pemangku kepentingan.

Dia menuturkan pemerintah mencanangkan 10 the New Bali, yang menjadi prioritas pengembangan keperiwisataan, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayanga, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribut, Borobudur, Kawasan Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.
images (13)
Sebagai negara kepulauan, dia menuturkan Indonesia memiliki banyak sekali potensi wisata bahari maka perhatian untuk angkutan air semakin meningkat. Peran Bus Tanah Air sangat penting dalam memberikan pelayanan transportasi di daerah pedalaman dan daerah terpencil dimana fasilitas moda transportasi lain belum tersedia, seperti di pedalaman Sumatera, NTB, dan Papua yang dapat memberikan nilai tambah kepariwisataan dengan keindahan panorama alam dan obyek wisatanya.

“Keunggulan Bus Tanah Air ini dapat menghemat kebutuhan prasarananya, karena hanya dermaga plengsengan sudah dapat dioperasikan, sehingga tidak memerlukan dermaga permanen,” jelasnya.

Pembicara dan Pembahas

Pembicara dalam FGD yakni pertama, Dr. Ir. Ganding Sitepu, Dipl. Ing., dengan tema “Potensi Lokasi Penggunaan Bus Tanah Air pada Obyek Wisata”.

Kedua, Dr. Taufiqurachman, S.T., M.T., dengan tema “Karakter Kelautan pada Lokasi Penggunaan Bus Tanah Air Indonesia”.

Ketiga, Dr. S. Kamran Aksa, S.T., M.T., dengan tema “Pengembangan Wilayah untuk Keperintisan Pariwisata di Indonesia”.

Keempat, Dr. Sakka Pati, dengan tema “Kebutuhan Regulasi dalam Pengoperasian Bus Tanah Air untuk Keperintisan dan Pariwisata”.

Pembahas dalam FGD yakni Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I, Kementerian Pariwisata, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Kementerian Pariwisata, dan Asisten Deputi Infrastruktur, Konektivitas dan Sistem Logistik, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kemenkomarivest.

Selain itu, Direktur Utama PT. (Persero) Badan Klasifikasi Indonesia, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, serta Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. (awe).