Angkasa Pura 2

Di FGD Balitbanghub, Pemkab Wakatobi: Butuh Bus Air dan Perpanjangan Runway

Destinasi LitbangSelasa, 8 September 2020
882020173713

882020174556
WAKATOBI (BeritaTrans.com) – Inisiatif Kementerian Perhubungan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbanghub) menggelar FGD di Wakatobi diapresiasi pemerintah kabupaten (pemkab) kawasan wisata tersebut.

Gelaran pada Selasa (8/9/2020) itu, menurut Pemkab Wakatobi menggairahkan pariwisata, yang terpuruk sejak pandemi Covid-19.

Penilaian tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Nadar, dan Kepala Dinas Pwrhubungan Salim Ode dalam focus group Ddiscussion (FGD), yang dibesut Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan (SDP) Balitbanghub.

Nadar menyatakan: “Terima kasih kepada Kementerian Perhubungan telah meluangkan kesempatan untuk melaksanakan acara di Wakatobi, yang sejak pandemi Covid-19 ambruk bahkan nol”.

Dia mengemukakan ada 140 pulau di Wakatobi membutuhkan konektivitas. Infrastruktur transportasi berperan vital untuk kepentingan mobilitas warga dan turis.

Dalam konteks itu, dia mengutarakan aspek utama dalam konektivitas itu adalah perpanjangan runway Bandara Matahora, yang selama ini hanya dapat didarati pesawat sejenis ATR.

Dia menuturkan runway patut diperpanjang sehingga dapat didarati pesawat Boeing. Pesawat tersebut dapat terbang langsung dari Jakarta dan Bali.

Dengan beroperasinya pesawat berbadan lebar dan sedang, Nadar mengutarakan akan memicu percepatan arus turis mancanegara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabuoaten Wakatobi, Salim Ode, mengemukakan Wakatobi dengan karakteristik perairan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter sangat cocok bila dilayano dengan bus air.

Menurut Salim, bus air terua didesain hanya untuk mengangkut penumpang dan sebagian bodi bawahnya terbuat dari kaca sehingga wisatawan dapat melihat kekayaan flora dan fauna. (awe).