Angkasa Pura 2

Bukan Cuma Kapal Selam, Indonesia Bisa Bikin Rumah Sakit Terapung

Another News HankamMonday, 14 September 2020

Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Kedua pesanan TNI AL di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia.

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kemampuan industri perkapalan Indonesia terus berkembang, selain membangun kapal perang hingga kapal selam, juga kapal rumah sakit ‘mengapung’. PT PAL Indonesia kini sedang membangun kapal rumah sakit yang jadi pesanan TNI AL.

Bertepatan dengan Hari Jadi TNI AL Ke – 75 tahun TNI AL, PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Kedua pesanan TNI AL di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero).

Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) KASAL Laksamana Muda TNI Atok Dushanto menyatakan pembangunan Kapal BRS Kedua ini merupakan realisasi Rencana Strategis TNI AL menuju Minimum Essential Force (MEF) serta bentuk komitmen TNI AL untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemberdayaan potensi nasional.

Ia menaruh harapan kepada PT PAL Indonesia (Persero) agar membangun kapal BRS secara tepat mutu dan tepat guna yang nantinya akan digunakan untuk mendukung tugas-tugas TNI AL, tidak hanya penegakan kedaulatan namun juga membantu pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan, antara lain bencana alam dan sebagainya.

Direktur Rekayasa Umum, Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno menyatakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh TNI AL dalam proyek pembangunan Kapal BRS Kedua tersebut.

“Proses pembangunan Kapal BRS Kedua tersebut saat ini telah mencapai 8,6%. Tahapan-tahapan penting seperti keel laying direncanakan dilaksanakan pada Desember 2020, launching Desember 2021, dan delivery pada November 2022,” jelas Sutrisno dalam laman resmi PT PAL, dikutip Senin (14/9).

Kapal BRS tidak hanya berfungsi dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) namun juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kapal tersebut akan dilengkapi peralatan kesehatan setingkat rumah sakit seperti poli klinik, UGD, fasilitas operasi, fasilitas rawat inap, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Selain itu Kapal BRS Kedua tersebut juga dapat melaksanakan operasi search and rescue, bantuan kemanusiaan dan bencana alam nasional maupun internasional, evakuasi massal, hingga pelaksanaan misi naval diplomacy.

Kapal BRS memiliki panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, berat 7300 ton, kecepatan maksimum 18 knot, endurance selama 30 hari, serta memiliki kapasitas akomodasi personel sebanyak 643 orang. kapal tersebut mampu untuk menampung 2 unit helikopter di dek dan 2 unit ambulance boat.

Kapal BRS sangat sangat dibutuhkan dan sesuai dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan negara yang terletak dalam kawasan ring of fire memiliki kerentanan bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi yang dapat diikuti oleh bencana sekunder seperti tsunami dan lainnya.

Kapal BRS bersifat sebagai Rumah Sakit mobile dan dapat digerakkan kapan saja ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana.

Saat ini TNI AL telah memiliki satu BRS KRI Dr. Soeharso dan dijadwalkan akan mendapatkan tambahan satu BRS lagi pada tahun 2021. TNI AL saat ini mengalihfungsikan KRI Semarang (594) menjadi kapal BRS untuk memenuhi kebutuhan. Proyek pengadaan BRS kedua TNI AL saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh PT PAL Indonesia (Persero).

Kapal BRS berbasis pada kapal Landing Platform Dock (LPD) yang telah digunakan oleh TNI AL, AL Filipina, dan diminati sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, dan Senegal.

Kapal BRS merupakan kapal pendukung Operasi Militer Perang (OMP), pada masa damai kapal tersebut dapat difungsikan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Berdasar pada UU TNI No. 34 tahun 2004, dalam misi OMSP, Kapal BRS dapat melaksanakan tugas operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan serta membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Tidak terbatas pada scope tersebut, Kapal BRS juga memiliki kapabilitas pelaksanaan misi diplomasi internasional. (ds/sumber CNBC Indonesia)