Angkasa Pura 2

2 Pasutri Modifikasi Mobil Fortuner untuk Selundupkan dari Aceh ke Palembang: Ditemukan 6 Kg Sabu

Aksi Polisi KoridorSelasa, 15 September 2020
Pasutri yang selundupkan sabu dari Aceh ke Palembang.

MUSI BANYUASIN (BeritaTrans.com) – Dua pasangan suami istri kedapatan menyelundupkan 6 kilogram sabu dari Aceh ke Palembang. Barang bukti ditemukan di dalam enam bungkusan teh yang disembunyikan di dasboard panel pintu mobil.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat bakal ada pengiriman narkoba dalam jumlah masuk ke wilayah Sumsel, Jumat (11/9). Petugas dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel melakukan pengadangan di perbatasan Sumsel-Jambi tepatnya di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin.

Aparat mencurigai satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih sehingga dilakukan penggeledahan. Petugas akhirnya menemukan narkoba di dalam mobil itu.

Suami istri, Asman Syamsudin (38) dan Ita Astuti (35) warga Aceh langsung digiring ke kantor polisi. Kemudian, petugas meringkus pasangan suami istri lain, Alex alias Wasin (30) dan Yuliani (30) warga Palembang yang berstatus penerima barang itu. Mereka akhirnya mendekam di sel tahanan untuk proses penyidikan.

Direktur Res Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Haryono mengungkapkan, tersangka menggunakan mobil mewah dengan tujuan tidak dicurigai petugas. Ditambah mobil itu dimodifikasi banyak lampu menyerupai mobil patwal agar disangka petugas kepolisian.

“Modusnya cukup lihai, mereka gunakan mobil mewah dimodifikasi. Mereka bawa 6 kilogram sabu dari Aceh dengan tujuan Palembang,” ungkap Heri, Selasa (15/9).

Dikatakannya, sabu yang diselundupkan termasuk berkualitas tinggi dilihat daru cap warna biru bertuliskan ‘very good’ di kemasannya. Untuk memastikannya, pihaknya akan membawa sampel untuk diperiksa di Laboratorium Mabes Polri.

“Kita pastikan dulu uji lab, dilihat dari kemasan dan fisiknya kualitas tinggi,” ujarnya.

Dalam kasus ini, penyidik masih mengembangkan kasus untuk mengungkap pemasok dan bandar narkoba di Sumsel. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 112-114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

“Kita gunakan sanksi maksimal dan mudah-mudahan hakim menjatuhkan vonis paling berat,” pungkasnya. (ds/sumber Merdeka.com)