Angkasa Pura 2

Pulau Nias akan Diisolasi, Pelabuhan dan Bandara Bakal Ditutup

Bandara DermagaSelasa, 15 September 2020
edy_rahmayadi_resize_50

MEDAN (BeritaTrans.com) – Gubernur Edy Rahmayadi berencana akan mengisolasi Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Hal ini setelah meningkatnya sebaran kasus Covid-19 di pulau tersebut.

Isolasi ini akan dilakukan dengan cara menutup penerbangan dari dan menuju Kepulauan Nias. Selain itu akses masuk melalui pelabuhan juga akan ditutup.

“Saya akan meminta izin Menteri Perhubungan untuk menghentian penerbangan. Secepatnya Kamis, kami akan stop penerbangan ke sana dan menutup jalur masuk dari kapal laut. Karena orang yang datang dari luar lah yang membawa virus, satu bulan yang lalu Kepulauan Nias ini masih nol kasus, kini sudah 90 orang positif,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

Gubernur juga akan memastikan ketersediaan logistik di Kepulauan Nias mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selama masa isolasi.

“Untuk persediaan logistik di kabupaten/kota se-Kepulauan Nias, kami pastikan memadai selama ditutup penerbangan dan pelabuhan yang ada di sana,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan, saat ini obat yang paling ampuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 yakni menerapkan protokol kesehatan.

“Karena itu, mohon sampaikan kepada semua orang, untuk saat ini obat kita hanya satu. Terapkan protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak dan selalu lakukan cuci tangan setelah memegang sesuatu,” ucapnya.

Terakhir, Edy menegaskan akan menyekat wilayah Medan, Binjai dan Deliserdang dan melakukan penegakan pendisiplinan protokol kesehatan pada kegiatan malam hari.

“Kegiatan malam hari yang masih mengabaikan protokol kesehatan akan kami razia. Mari kita bahu-membahu selamatkan keluarga. Selamatkan Sumatera Utara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis menambahkan, penutupan bandara dan pelabuhan bisa dilaksanakan apabila seluruh wali kota dan bupati di Kepulauan Nias menyepakati bersama keputusan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Sekretaris Daerah se-Kepulauan Nias yang dipimpin langsung Sekda Sumut Ibu Sabrina. Upaya-upaya pun akan kita lakukan untuk mengembalikan Kepulauan Nias menjadi zona hijau, salah satunya membentuk satuan yugas (Satgas) yang fokus membantu penurunan angka positif,” katanya.

Menurutnya, saat ini sedang disiapkan MoU antara empat bupati dan satu wali kota di Kepulauan Nias. Hasil MoU ini nanti akan menjadi dasar melakukan pembatasan-pembatasan.

“Semua harus sepakat aturan tentang pembatasan orang keluar masuk Kepulauan Nias selama 14 hari. Setiap daerah pun harus sama-sama menyepakati apa hak dan kewajibanya. Jangan pelabuhan yang ada di Gunungsitoli ditutup, tapi di Nias Selatan tetap buka,” ucapnya.

Sementara itu, untuk mempercepat deteksi kasus Covid-19 di Kepulauan Nias, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit merencanakan akan membuat laboratorium swab di pulau tersebut.

“Kepulauan Nias itu jumlah penduduknya mencapai 800.000 jiwa. Target kami nanti akan dilakukan swab terhadap 72 orang per hari,” ujar Alwi.(amt/iNewssumut.id/foto:antara)