Angkasa Pura 2

Menelisik Shortsea Shipping, Gapasdap: Banyak Dampaknya

DermagaRabu, 16 September 2020
IMG_20200916_145340

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menelisik shortsea shipping yang dikembangkan sebagai pelayaran pendek, membuat Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) angkat bicara.

“Kalau bicara ini bukan program yang jelek tapi sebenarnya dengan program shortsea shipping iini melihat dampak yang ditimbulkan. Dari kami, Gapasdap melihat ini dapat menimbulkan bahaya bagi para pengusaha dan dikhawatirkan muncul persaingan usaha tak sehat,” urai Ketua Gapasdap Khoiri Sutomo dalam Diskusi Online di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Katanya, angkutan penyeberangan sangat vital dan terbukti telah puluha.n tahun melayani konektivitas antarwilayah.

Semua itu diatur dengan baik oleh Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

“Dengan adanya short shopping, akibat yang ditimbulkan diantaranya terjadi pengurangan muatan yang signifikan sampai 40 persen,” bebernya.

Apalagi bila ke depan kapal akan bertambah terus, maka akan lebih besar lagi dan nanti angkutan penyeberangan bisa habis.

IMG_20200916_145243

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo menyampaikan, angkutan penyeberangan memang tak pernah tak ada masalah. Sejak dahulu ada saja hingga muncul Tol Laut juga masih saja terjadi.

“Sementara infrastruktur terus dibangun sejak 2014 tetapi juga pengaturannya itu masih membingungkan, saya tanya Menhub siapapun dia ini kenapa penyeberangan masuk ke darat, karena tidak menyebrang ke laut. peraturannya memang berhimpitan,” ungkap Agus.

Terlepas dari itu, setahun belakangan ini di laut tdiak ada terobosan berarti sehingga logistik yang diidamkan di laut tidak terlihat. pemainnya juga satu persatu rontok.

IMG_20200916_145227

Anggota Ombusman Alvin Lie menambahkan, dirinya tak ingin berpihak kemana-mana, hanya saja memang secara nyata apa yang terjadi di penyeberangan dan munculnya shortsea shipping membuat bingung.

“Kami melihat masing-masing pasti akan mempertahankan, apalagi ini terkait juga dengan anggaran,” ujarnya.

Akademisi Tri Ahmadi menimpali bahwa mumpung masih baru shortse shipping ini, maka bisa dilakukan pembongkaran identitas.

“Angkutan laut dan penyeberangan itu sama, masih satu kluster jadi tidak bisa dikotakkan,” ucap dia.

IMG_20200916_145305

Khori hanya berharap, industri penyeberangan tetap bisa eksis dan saling mendukung satu sama lain. Dia juga minta pemerintah lebih perhatian. (omy)