Angkasa Pura 2

Pelni Berkomitmen Jalankan Penugasan Sesuai Regulasi

DermagaKamis, 17 September 2020
IMG_20200917_060932

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebagai operator Kapal Tol Laut yang telah dipercaya Negara sejak 2015, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) berkomitmen memenuhi standar regulasi dan ketentuan dalam menjalankan penugasan Kapal Tol Laut.

Keberhasilan PT Pelni dalam menjalankan Tol Laut sudah mendapatkan pengakuan dengan meraih penghargaan sebagai “Operator BUMN dengan Load Factor Terbanyak Semester 1 Kegiatan Pelayanan Angkutan Khusus Ternak” dan “Operator dengan Muatan Terbanyak Semester 1 Kegiatan Tol Laut” dari Kementerian Perhubungan pada 16 Juli 2020.

Kapal tol laut merupakan bagian dari Program Tol Laut yang digagas Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dalam menjamin distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan pokok maupun barang penting lainnya di Indonesia, terutama pada daerah 3TP yakni Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP).

Peran yang diberikan kepada PT Pelni didasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 70 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 247 Tahun 2019.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menyampaikan pihaknya tunduk dan patuh pada regulasi yang berlaku dalam menjalankan angkutan Tol Laut. Salah satunya aturan tentang kegiatan pemuatan barang ke dalam kontainer (stuffing) berdasarkan dari Surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tentang Stuffing Luar Muatan Tol Laut.

“Sesuai Surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tentang Kewajiban Registrasi Bagi Shipper/JPT Tol Laut Logistik & Transparansi Biaya diatur bahwa kami hanya diberi kewenangan untuk memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan stuffing dalam,” tuturnya.

Bila shipper menggunakan stuffing luar, maka tugas kami hanya mengangkut kontainer yang telah dikemas oleh shipper dan tidak berwenang melakukan pengawasan. Ketentuan ini menjadikan shipper yang bertanggung jawab memastikan kesesuaian antara isi kontainer dengan dokumen muatan.

PT Pelni sebagai operator kapal tol laut, Yahya menambahkan, hanya mengangkut kontainer berdasarkan Shipping Instruction (SI) yang telah dipesan secara online oleh shipper pada laman www.lcs.dephub.go.id.

“Kami tidak memiliki otoritas membuka segel kontainer maupun melakukan pengecekan saat kontainer berangkat menggunakan kapal tol laut. Peran kami terbatas pada pemeriksaan Shipping Instruction yang diserahkan shipper. Kesesuaian antara dokumen dan isi kontainer, berdasarkan aturan, menjadi tanggung jawab shipper,” tegasnya.

PT Pelni sementara itu memberikan kesempatan kepada shipper untuk melakukan perubahan jenis dan jumlah barang saat kegiatan pemuatan jika jenis dan jumlah barang dari suplier tidak sesuai pemesanan awal.

“Shipper dapat mengajukan secara tertulis yang dibubuhi oleh kop surat resmi dan materai terkait perubahan jenis dan jumlah barang yang dikirim dua hari sebelum kapal tol laut berangkat,” tutur Yahya.

Sebagai informasi, tahun 2020 ini PT Pelni mengoperasikan delapan trayek penugasan tol laut, yaitu:

H-1: Tg. Perak – Makassar – Tahuna – Tg. Perak (KM Logistik Nusantara 1)

T-3: Tg. Priok – Tarempa – Natuna – Serasan – Midai – Tg. Priok (KM Logistik Nusantara 4)

T-5: Bitung – Tahuna – Tagulandang – Lirung – Miangas – Marore – Bitung (KM Kendhaga Nusantara 1)

T-10: Tg. Perak – Tidore – Buli – Maba – Weda – Tg. Perak (KM Logistik Nusantara 6)

T-13: Tg. Perak – Rote – Sabu – Tg. Perak (KM Kendhaga Nusantara 11)

T-14: Tg. Perak – Loweleba – Larantuka – Tg. Perak (KM Kendhaga Nusantara 7)

T-15: Tg. Perak – Makassar – Jailolo – Morotai – Tg. Perak (KM Logistik Nusantara 3)

T-18: Tg. Perak – Badas – Bima – Merauke – Bima – Tg. Perak (KM Logistik Nusantara 2). (omy)