Angkasa Pura 2

Lion Air Digugat Rp 191,2 Miliar Terkait Utang Sewa 7 Pesawat Boeing 737

Ekonomi & Bisnis KokpitJumat, 25 September 2020
images (6)

LONDON (BeritaTrans.com) – Maskapai penerbangan Lion Air digugat perusahaan penyewaan pesawat Goshawk Aviation Ltd di Pengadilan Tinggi, Inggris. Gugatan berkaitan dengan perjanjian sewa atau utang 7 pesawat jet Boeing.

Nilai gugatan mencapai lebih dari USD 12,8 juta (£ 10 juta) setara Rp 189,4 miliar.

Mengutip laman law360.com, Kamis (24/9/2020),PT Lion Mentari Tbk atau Lion Air menandatangani perjanjian sewa 7 pesawat terpisah untuk Boeing 737, antara tahun 2015 dan 2020.

Lion Air kemudian setuju untuk memberikan uang muka sebesar £ 5,5 juta untuk perjanjian sewa tersebut.

Seiring waktu, Goshawks dan 8 afiliasinya mengatakan jika Lion Air memiliki utang sekitar £ 1,6 juta hingga £ 2,5 juta, bila mengacu perjanjian sewa yang disebut telah terjadi pelanggaran.

Para penggugat berharap memenangkan gugatan dan meraih kompensasi lebih dari £ 10 juta dari Lion Air.

Kasus antara Lion Air, dengan Goshawk Aviation Ltd serta penggugat lainnya tercatat dengan nomor kasus CL-2020-000461, di Pengadilan Tinggi Niaga Inggris.

Respon Lion Air
images (4)
Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang M. Prihantoro menyatakan pihaknya akan bernegosiasi dan mencari solusi terbaik atas gugatan tersebut.

Danang menjelaskan, pada awal pandemi Covid-19, Lion Air memutuskan menempatkan seluruh pihak lessor dengan adil dan setara. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada perlakuan yang berbeda (preferential) antara satu lessor dengan lessor lainnya.

“Lion Air terus memberlakukan seluruh lessor secara setara dalam negosiasi dan terus berkomitmen untuk menemukan solusi yang adil termasuk dengan Goshawk, semua pihak bekerja bersama untuk melewati masa krisis ini,” kata Danang, Kamis, 24 September 2020.

Dunia industri penerbangan internasional dan nasional saat ini, menurut Danang, tengah menghadapi situasi di luar kemampuan. Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, akibat pandemi Covid-19.

Sejauh ini terkait dengan kesepakatan kerja sama (kontraktual) yang telah disepakati sebelum kejadian pandemi Covid-19, Lion Air telah bekerja sama dengan seluruh lessor yang menjadi mitra perusahaan untuk mencari jalan keluar (solusi) terbaik atas permasalahan yang dihadapi.

Pada proses pembicaraan itu, kata Danang, hampir semua lessor mendukung dan berkeinginan serta menyepakati untuk mencari solusi bersama sebagai langkah yang akan ditempuh atas permasalahan yang dihadapi. Namun salah satu lessor, Goshawk Aviation Limited berkehendak lain yaitu menempuh melalui jalur hukum.

Sementara itu, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengaku sebelumnya sudah berbicara dengan pihak perusahaan rental pesawat tersebut.

Namun, tampaknya pembicaraan tersebut menemui jalan buntu sehingga berlanjut ke jalur hukum. Edward Sirait mengaku tidak tahu alasan Goshawk Aviation Ltd lebih memilih jalur hukum ketimbang menyelesaikannya secara bisnis.

Sama hal dengan banyak maskapai dunia, Lion Air memang sedang menghadapi krisis dari dampak pandemi covid-19 sehingga berdampak pada tunggakan kepada perusahaan lessor atau penyewaan pesawat.

“Saya nggak tahu, kan itu mereka. Dengan lessor lain kita ada keinginan bersama mencari solusi, nah mereka (Goshawk Aviation Ltd) langsung memilih jalur hukum,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (24/9/20).

Selama ini, Lion Air Group tidak hanya menyewa pesawat dari Goshawk Aviation Ltd. Ada pula perusahaan lain yang bekerja sama dengan Lion Air Group dan semuanya tengah menghadapi situasi yang sama. Dengan perusahaan-perusahaan inilah Lion Air gencar mencari solusi bersama.

“Belum (menemukan solusi), artinya belum final. Tapi kita ada keinginan membicarakan mencari solusinya,” bebernya.

Mengenai adanya potensi lessor lain mengikuti langkah Goshawk Aviation Ltd membawa permasalahan ke meja hijau, Edward enggan banyak berkomentar. Menurutnya, setiap langkah yang diambil perusahaan mitra adalah wewenang dari masing-masing perusahaan.

“Saya nggak bisa komentar, itu kan masalah orang. Kan kita nggak bisa mengetahui, yang penting sudah bicara dengan mereka,” lanjutnya.

Kini, pihaknya juga tengah menanti tahapan dari gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Niaga London, Inggris. Edward memilih merahasiakan langkah yang bakal diambil Lion untuk menghadapi gugatan tersebut.

“Kita tunggu saja. Tentunya kan ada, nanti pasti di pengadilan, kita lihat seperti apa,” ucapnya.