Angkasa Pura 2

Seluruh Kru Kabin Pesawat ini Mendadak Dijemput dari Hotel dan Dikarantina

KokpitSelasa, 29 September 2020
uuqagbzrlcatef1x8rfc

Jakarta (BeritaTrans.com) – Pramugari British Airways ditahan oleh sekelompok tenaga kesehatan berpakaian hazmat.

Pramugari itu ditangkap di Hong Kong setelah dinyatakan positif Covid-19.

Dalam kejadian tersebut, seorang pilot diperbolehkan pulang dan sisanya dipaksa keluar dari hotel mewah Marriott untuk dipindahkan ke pusat karantina Covid-19 di China.

Ellie Freeman, seorang pramugari dari High Wycombe, memposting serangkaian siaran suram ke profil Snapchat-nya saat dia dan rekan-rekannya hanya diberi waktu 30 menit untuk berkemas di hotel sebelum diantar ke kabin porta yang terpencil.

Snapchat Freeman itu isinya menunjukkan petugas kesehatan datang untuk membawa dia dan rekan-rekannya pergi dari hotel.

Awak kabin itu telah diberitahu bahwa mereka akan dikarantina selama dua minggu.

Namun mereka akan tetap diberi pilihan menu makanan pokok mulai dari mi hingga biskuit.

Selama masa karantina, mereka diberi kamar twin room yang dilengkapi dengan tempat tidur bergaya barak.

“Sejujurnya aku marah,” katanya Freeman.

“Aku merasa gangguan besar sedang terjadi, jadi jika ada yang ingin memberiku Facetime ketika sampai di sana, itu akan sangat dihargai,” imbuhnya.

“Ya Tuhan, aku sangat takut,” terusnya.

Freeman juga mengatakan kalau dia dikenai biaya sekitar Rp 100 ribuan untuk mendapatkan produk sanitasi.

Menurut dailymail.co.uk, belum diketahui pasti apakah awak kabin tersebut harus membayar aspek lain dari akomodarinya di Penny’s Bay Quarantine Center.

Di tempat karantina, Freeman diberi formulir permintaan untuk diisi dan dia menjawab “pulang”.

Dia juga bertanya apakah bisa menerima parsel dari luar negeri selama masa karantina.

Seorang juru bicara British Airways mengatakan, “Tim kami di Hong Kong dan London membantu merawat anggota awak kabin kami, memberi mereka dukungan dan persediaan tambahan untuk memastikan hidup mereka senyaman mungkin, setelah pihak berwenang meminta mereka melakukan karantina sesuai aturan Covid-19 setempat”.

“Kami bekerja dengan pemerintah di setiap negara tempat kami terbang dan selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan tim serta penumpang kami dalam segala hal,” terusnya.

Hong Kong saat ini berada di bawah pengawasan Beijing yang memperkenalkan pengetatan pembatasan Covid-19.

Meskipun beberapa restoran tetap buka, mereka hanya menerima tamu sejumlah empat orang dengan syarat mereka satu anggota keluarga.

Negara tersebut saat ini masih memberlakukan aturan wajib pakai masker.