Angkasa Pura 2

Mamit: Pembentukan Tim Reformasi Migas Hanya Basa-Basi
Energi KoridorKamis, 4 Juni 2015

Menurutnya, beberapa rekomendasi tim yang hingga kini belum dijalankan pemerintah, antara lain penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dengan kadar oktan research of number (RON) 88, rekondisi kilang, serta transparansi lelang tender pe¬ngadaan BBM dan minyak bumi di Indonesia. Padahal menurut Mamit, ketiga hal itu penting dilakukan agar efisiensi di sektor migas dapat dilakukan.

Fuad Bawazir: Indonesia Tak Perlu Bentuk BUMN Baru Cukup Memperkuat Pertamina
EnergiRabu, 3 Juni 2015

JAKARTA (beritatrans.com) -Pemerintah Indonesia tak perlu membentuk BUMN baru sektor migas selain Pertamina. Lebih baik Pertamina diperkuat dia sudah berpengalaman baik di hulu atau hilir. “Tidak perlu ada BUMN khusus migas, cukup serahkan peran dan fungsi SKK Migas ke Pertamina,” kata mantan Menkeu Fuad Bawazir di Jakarta, Rabu (3/6/2015). Sebelumnya, Tim Reformasi Tata Kelola Migas […]

Daeng: Mengapa Cost Recovery Migas Sampai US$16,2 Miliar?
EnergiRabu, 3 Juni 2015

Dia pun mempertanyakan, bagaimana perhitungan cost recovery sampai ketemu angka tersebut? Implikasinya, Negara harus mengeluarkan devisa dalam jumlah sangat besar. “Sebaliknya, bagian migas yang diterima Negara sangat kecil dan harga minyak dunia pun jatuh seperti selama ini,” kilah Daeng.

Puskepi: Kenaikan Harga Pertamax Tak Pengaruhi Harga Sembako
Energi KoridorSenin, 1 Juni 2015

“Namun diyakini kenaikan harga jual BBM Pertamax tidak akan memicu kenaikan harga bahan pokok karena Pertamax dominant digunakan oleh orang mampu atau orang kaya. Lain halnya jika harga jual Premium yang dinaikan,” kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria

Jaga Perekonomian Jelang Ramadan, Harga Solar & Premium Tak Naik
Energi KoridorMinggu, 31 Mei 2015

“Ketentuan harga BBM Premium untuk wilayah distribusi Jawa-Madura-Bali ditetapkan oleh PT Pertamina melalui koordinasi dengan pemerintah dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ucap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja

KPK Mesti Proaktif Periksa Sudirman Said Soal Jet Pribadi
Energi KokpitMinggu, 31 Mei 2015

– Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta penegak hukum untuk proaktif, terkait adanya dugaan penerimaan gratifikasi yang dilakukan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.

Ruhut menyebut, para penegak hukum harus ‘jemput bola’ untuk memverifikasi hal tersebut, apakah termasuk dalam gratifikasi atau bukan.

“Berangkat dari private jet itu, saya rasa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kepolisian, Kejaksaan, harus ‘jemput bola’,” kata Ruhut dalam sebuah acara diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 31 Mei 2015.

Ruhut menilai hal tersebut perlu dilakukan penegak hukum, lantaran Sudirman pernah mengakui adanya perjalanan memakai pesawat jet dari Singapura ke Lhoukseumawe.

Pada kesempatan terpisah, Menteri ESDM, Sudirman Said, menjelaskan mengenai kebenaran perjalanan tersebut. Sudirman menjelaskan saat perjalanan dinas ke Singapura, ketika itu mendapat telepon dari Presiden untuk hadir dalam peresmian kilang LNG (Liquid Natural Gas) di Arun.

Namun ketika itu, menurut Sudirman, sulit untuk mencari tiket dari Singapura ke Lhoukseumawe. “Nah, Pertamina sebagai pengundang lalu berusaha. Usahanya menyiapkan pesawat carter, karena saya harus berangkat jam 3 pagi,” kata Sudirman.

Sudirman juga membantah bahwa yang dia naiki itu adalah pesawat jet pribadi, dengan alasan tidak hanya dia sendiri yang ikut dalam pesawat itu. “Kalau rame-rame namanya pesawat carter,” kata Sudirman.