Angkasa Pura 2

Sudirman Said Tinjau Kapal Raksasa FSO Gagak Rimang
Dermaga EnergiMinggu, 12 April 2015

Kapal penampung minyak mentah dari Blok Cepu itu nilainya mencapai US$298 juta dan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. “Lifting perdana produksi Lapangan Banyu Urip dari FSO Gagak Rimang juga direncanakan akan dilaksanakan hari ini,” jelas Sudirman Said didampingi Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto.

BPH Migas: Konsumsi BBM Subsidi di Indonesia 2015 Turun 10 Juta KL
Energi KoridorMinggu, 12 April 2015

Pada tahun 2013 jatah BBM bersubsidi di Indonesia mencapai 48 juta kiloliter, dan di akhir tahun cadangan. BBM bersubsidi masih tersisa sekitar 300 ribu kiloliter. Pada tahun 2014 jatah BBM bersubsidi diturunkan menjadi 46 kilo liter, dan itu pun masih tersisa sekitar 300 ribu liter. “Artinya kita juga menahan (tingkat konsumsi). Padahal kalau kita mengikuti konsumsi riil (bahaya nanti),” ujar Andy.

Revisi UU Migas
Pemerintah akan Bentuk 2 BUMN Penyangga Migas
EnergiMinggu, 12 April 2015

Kedua BUMN tersebut adalah pertama, sebagai penyangga bahan bakar minyak dan minyak mentah atau crude nasional. Satu BUMN lain adalah sebagai penyangga gas bumi nasional pada wilayah tertentu atau disebut pula agregator. BUMN agregator gas ini juga termasuk penyelenggara kegiatan usaha gas alam cair (LNG) dan elpiji.

Kontraktor Migas Harus Tingkatkan Penggunaan Komponen Lokal
EnergiSabtu, 11 April 2015

JAKARTA (beritatrans.com) -Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas diwajibkan melibatkan industri penunjang dalam negeri. Masalah ini diusulkan dalam draf revisi UU Migas adalah peningkatan komponen lokal dalam kegiatan usaha migas. Menteri ESDM Sudirman Said dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, mengatakan, pengawasan yang dilakukan pemerintah selama ini hanya menjangkau KKKS semata. Sementara untuk kegiatan […]

IPO Merupakan Strategi Serahkan Pertamina ke Asing
EnergiSabtu, 11 April 2015

Dikatakan, rencana untuk mendorong Pertamina melakukan IPO melalui bursa efek adalah strategi untuk menyerahkan Pertamina ke tangan swasta, secara khusus ke tangan swasta asing.

“Rencana penjualan Pertamina secara tidak langsung melalui bursa efek dijadikan sebagai sumber penerimaan pemerintah dari penjualan BUMN Pertamina,” kata Daeng.

Kebijakan Pemerintah Aneh dan Kerdilkan Pertamina
EnergiJumat, 10 April 2015

JAKARTA (beritatrans.com) -Berbagai UU yakni UU Penanaman Modal, UU Migas, UU BUMN hingga UU Otonomi Daerah telah secara sistematis menyerahkan kekayaan alam, sumber keuangan kepada asing. “UU tersebut menjadikan Pertamina dari perusahaan terbesar di Asia, menjadi kerdil,” kata pengamat ekonomi politik Salamudin Daeng pada pers di Jakarta, Jumat (10/4/2015). Pertamina, lanjutnya, juga memperoleh perlakuan diskriminatif […]