Angkasa Pura 2

Hingga H+2, Penumpang Pesawat Naik 6,35%
Bandara KokpitSelasa, 19 Juni 2018

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pertumbuhan penumpang angkutan udara pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 6.35%. Sampai dengan H+2 (18/6) total penumpang mencapai 2.390.501 dari tahun 2017 yang sebesar 2.247.687.

104 Peserta Unjuk Kebolehan Terbangkan Balon Udara
Bandara KokpitSelasa, 19 Juni 2018

Dia juga mengingatkan bahwa lokasi penerbangan balon udara oleh masyarakat Wonosobo ini berada pada salah satu rute penerbangan yang terpadat di dunia, sehingga festival ini perlu diadakan.

Lestarikan Budaya dan Jaga Keselamatan Penerbangan, AirNav Gelar Festival Balon Udara 2018
Bandara KokpitSelasa, 19 Juni 2018

Novie menuturkan, keseluruhan rangkaian persiapan, perijinan, dan pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Muspida Setempat (Bupati, KaPolres, dan Dandim) serta Komunitas Balon Wonosobo. Oleh karena itu, AirNav Indonesia mengucapkan banyak terima kasih.

Pemantauan Udara STPI, Jalur Pantura Jawa Senin Siang Lancar
Kokpit Koridor SDMSelasa, 19 Juni 2018

Pemantauan tim STPI dilakukan dalam beberapa kali penerbangan, untuk memastikan arus balik Lebaran 2018 berjalan aman dan lancar.

“Hari Senin, 18 Juni 2018 Misi : Pantau lalu lintas H+3 Rute : Halim PDK – Cikopo – Tegal – Batang – Cikopo – Halim,” sebut akun resmi @curugstpi

Kementerian BUMN Puji AP I dan AP II Sukses Layani Pemudik Lebaran
Bandara KokpitSenin, 18 Juni 2018

Posisi trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total trafik mencapai 558.338 orang, naik 1,79% dari 548.519 orang pada periode yang sama di 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 325.429 orang, naik 3,02% dari 315.889 orang pada periode yang sama di 2017. 

Menerbangkan Balon Udara Diancam 2 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta
Bandara KokpitSenin, 18 Juni 2018

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan akan menindak tegas setiap orang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan pesawat udara dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Hal tersebut sesuai yang termuat pada peraturan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 411.