Angkasa Pura 2

Berkabung untuk Malaysia Airlines
KokpitSabtu, 19 Juli 2014

KEIV (beritatrans.com) — Seorang warga menempatkan karangan bunga di depan Kedutaan Besar Belanda di ibu kota Ukraina, Kiev, Jumat (18/07/2014) menyusul jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina sehari sebelumnya.(machda/bbc)

Pemberontak Buka Akses ke Lokasi jatuhnya MH17
KokpitJumat, 18 Juli 2014

Dalam sebuah pernyataan, OSCE mengatakan separatis telah setuju “untuk menutup lokasi bencana dan mengizinkan aparat setempat untuk memulai persiapan evakuasi jenazah.” Pemberontak juga akan memberikan “akses aman” kepada penyidik internasional dan pemantau OSCE serta bekerja sama dengan aparat Ukraina.

Keluarga Korban MH17: Yuli Pulang untuk Ziarah ke Makam Ibu
KokpitJumat, 18 Juli 2014

“Kalau tidak ada musibah kecelakaan itu, mereka akan tiba di Jakarta pada hari ini. Mereka pulang ke Indonesia untuk silaturahmi dengan keluarga besar di Solo. Selain itu kepulangannya ke Indonesia karena di Belanda sedang bertepatan dengan musim liburan,” kata adik ipar Yuli Hastini, Awang Nuryanto kepada BBC Indonesia, Jumat (18/7/2014).

Presiden SBY Minta Investigasi Internasional Tragedi MH17
KokpitJumat, 18 Juli 2014

“Indonesia menyerukan segera dilakukan investigasi secara internasional. Kalau benar pesawat sipil jatuh oleh pesawat militer itu pelanggaran hukum internasional atau hukum perang,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat (18/07/2014) seperti dilaporkan BBC Indonesia.

Pesawat Malaysia Airlines ‘Ditembak Jatuh’
KokpitJumat, 18 Juli 2014

Para pejabat Ukraina mengatakan 295 orang yang berada di pesawat tersebut tewas.
Termasuk di antara penumpang adalah 154 warga Belanda dan 12 warga negara Indonesia.

MH17: Nomor Kontak yang Bisa Dihubungi Keluarga
KokpitJumat, 18 Juli 2014

Masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui adanya WNI yang melakukan perjalanan dengan penerbanganan itu agar segera menghubungi kontak dan menyampaikan data atau salinan dokumen identitas WNI yang dipandang perlu