Komitmen Pemprov DKI Bangun Jalur Busway di Bekasi Dipertanyakan

  • Oleh :

Jum'at, 02/Nov/2012 13:44 WIB


BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merealisasikan pembangunan lajur busway di wilayah setempat."Kami mengkhawatirkan lintasan bus dari Jakarta ke Bekasi akan tidak jelas karena besarnya dana," ujar Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adiyanto, di Bekasi, Selasa, (30/10). Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi telah menganggarkan Rp5 miliar dalam APBD 2013 guna realisasi rencana tersebut. "Pemerintah Provinsi juga menyumbang Rp5 miliar, dan Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp57 miliar dalam APBN 2013 mendatang. Nilai total pembangunan itu akan menghabiskan dana Rp67 miliar," tegasnya, kemarin.Tri menjelaskan, dana tersebut hanya cukup guna pembangunan di sektor lintasan Bekasi karena akan dimanfaatkan untuk pembebasan lahan. "Jalan yang akan dibangun dari Bekasi ke perbatasan DKI Jakarta sepanjang 800 meter," ungkapnya.Dana Rp67 miliar tersebut tidak termasuk dalam pembangunan halte. Namun, hanya membangun lintasan dan terminal busway yang ada di Harapan Indah Kota Bekasi.KHAWATIRPihaknya mengaku khawatir DKI Jakarta akan kewalahan membiayai lintasan busway dari Jakarta ke Bekasi. Karena, untuk 800 meter saja biaya yang dikeluarkan mencapai Rp67 miliar."Untuk 800 meter saja menghabiskan dana Rp 67 miliar, bagaimana DKI Jakata yang akan memakan panjang jalan besar," tambahnya.Dengan dana sebesar Rp67 miliar ini, akan ada kenaikan dalam penghitungan. Tahun 2010 lalu, hanya diperkirakan menghabiskan dana Rp43 miliar. Sehingga, ada kenaikan sebesar Rp24 miliar untuk pembangunan lintasan busway di Kota Bekasi.Kenaikan tersebut, menurut Tri sangat wajar. Sebab, semua penghitungan itu berdasarkan pasar. Sehingga, tidak akan beku dalam menghitung nilai material. Tri menegaskan, bahwa keberadaan unit busway diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta."Apabila sejak awal hanya memberikan sarana lahan. Maka, pengadaan busway tersebut menjadi urusan DKI," pungkasnya. (Leny Kurniawati/Mahasiswa Universitas Bhayangkara, Bekasi)