GINSI Minta Bea Cukai Transparan

  • Oleh :

Rabu, 27/Mar/2013 22:24 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) Pejabat fungsional Bea dan Cukai diminta bersikap transparan dalam pemeriksaan dokumen, menyusul munculnya keluhan soal banyaknya aturan kepabenan yang menjebak para pelaku usaha.Ketua Umum BPP Gabungan Infortir Seluruh Indonesia (GINSI) Yayat Priyatna dalam keterangan persnya pada sosialisasi dan pelatihan penentuan nilai Pabean, Rabu (27/3) menjelaskan, masalah krusial yang seringkali dihadapi adalah mengenai pemeriksaan fisik di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT). Dimana waktu tunggu untuk dapat dilaksanakan behandle belum ada patokan batas waktu pelaksanaannya."Saat ini waktu tunggu mulai dari terbitnya Pemberitahuan Jalur Merah atau PJM sampai selesai pemeriksaan masih berkisar delapan hari Hal ini perlu dicermati, di titik mana permasalahan ini timbul. Apakah disebabkan oleh pihak operator atau petugas Bea dan Cukai," kata dia.Sedangkan pihak Bea dan Cukai kata dia, sudah jelas menyampaikan bahwa Sercice Level of Agreement (SLA) mengenai pemeriksaan fisik sampai dengan terbit SPPB adalah tiga hari. Yaitu, mulai dari pemeriksaan barang, perekaman data, analisa data oleh PFPD sampai dengan terbitnya SPPB."Sedangkan dari pihak operator belum menyampaikan SLA mengenai pemeriksaan fisik di TPF," jelasnya.Sosialisasi dan pelatihan yang diikuti 300 anggota GINSI itu kata dia, diharapkan mampu menjawab semua persoalan yanbg kerap menjebak para pelaku usaha di lapangan.Keluhan lain yang kerap diutarakan para anggota GINSI adalah saat pelaku usaha menerima Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk (SPKPBM) atau sering disebut Notul. "Hanya ada kesalahan tulis, pelaku usaha harus didenda yang nilainya cukup besar," jelasnya.Kedepan, lanjut dia para anggota GINSI memperoleh kejelasan mengenai metode penentuan nilai Pabean di dalam pengajuan PIB, sehingga tidak lagi menerima Notul. Atau dengan kata lain, efektifitas dan efisiensi di dalam pengurusan Customs Clearance, khususnya mengenai penentuan nilai Pabean dapat ditingkatkan. (Syamsiah)