Prancis Beri Pinjaman Rp1,71 Triliun untuk Bangun Prasarana Kereta Api

  • Oleh :

Selasa, 04/Jun/2013 22:46 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Pemerintah Prancis memberikan pinjaman sebesar US$175 juta setara dengan Rp1,71 triliun kepada Indonesia untuk pembangunan prasaran transportasi di Bandung.Perjanjian pinjaman Credit Facility Agreement Bandung Urban Railway Transport Development dan Electrification Padalarang- Cicalengka Line Project dilakukan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Robert Pakpahan dan Indonesia Country Director - Agence Francise De Development (AFD) Vicent Rosert.Pada kesempatan tersebut juga ditanda tangani dokumen Financail Protocol oleh Dubes Prancis untuk Indonesia Corinne Breuze dan perjanjian Implementation Agreement oleh Director of Institutional Activities - Natixis, Bernanrd lemperiere.Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan Wamenhub Bambang Susantono dan Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis, Nicole Bricq, di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (4/6).Pinjaman akan dicairkan selama lima tahun dengan grace periode delapan tahun masa pengembalian selama 28 tahun. Suku bunga pinjaman ditetapkan 2 persen untuk pinjaman US$100 juta dan 4 persen untuk pinjaman US$57 juta.Bandung Urban Railway Transport Development, Electrification Padalarang-Cicalengka Line membutuhkan total dana sebesar US$175 juta atau Rp1,71 Trilliun. Rencana pembiayaan terdiri dari pinjaman perbendaharaan Prancis sebesar US$ 100 juta dan pinjaman AFD sebesar US$57 juta dan dalam bentuk rupiah rupiah pendamping sebesar US$18 juta.Wamenhub Bambang Susantono menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah Prancis. " Ini bentuk hubungan yang erat antara Indonesia dan Prancis yang diwujudkan dalam komitmen pembangunan transportasi prasarana kereta api di Indonesia," ujar Bambang.Indonesia kata Wamenhub, saat ini sedang mencapai pembangunan sosial dan ekonomi sehingga membutuhkan transportasi yang handal, aman dan nyaman.Dipilihnya Bandung, ungkap Bambang, karena kota Bandung sudah sangat membutuhkan." Kemungkinan selanjutnya kota-kota lain seperti Surabaya," kata Bambang.Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis, Nicole Bricq mengatakan, dirinya terus mengamati Indonesia yang terus mangalami perkembangan ekonomi cukup bagus. "Kerjasama proyek ini merupakan wujud kemitraan dan merupakan simbul kemitraan strategis ke dua negara," ujar Nicole Bricq. (aliy)