447 Personel TNI-AU Amankan Bandara Ngurah Rai

  • Oleh :

Minggu, 04/Agu/2013 13:11 WIB


DENPASAR (beritatrans.com) Seiring dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada Oktober 2013 mendatang, sebanyak 447 personel TNI Angkatan Udara disiapkan untuk mengamankan Bandar Udara Ngurah Rai, Bali."Dari jumlah personel TNI-AU yang disiapkan tidak semuanya dari Lanud Ngurah Rai, tapi didukung polisi militer (POM) dari Jakarta, Paskhas, dan sebagainya," kata Komandan Pangkalan TNI-AU Ngurah Rai, Kolonel (Pnb) Sugiharto Prapto Waluyo di Denpasar, Minggu (4/8/2013).Menurut dia, jumlah personel dari Lanud Ngurah Rai sendiri sekitar 190 orang sehingga untuk pengamanan bandara internasional saat KTT APEC membutuhkan dukungan personel dari luar Bali."Yang jelas, pengamanan bandara untuk persiapan KTT APEC sudah berjalan terus sesuai dengan rencana pengamanan yang disusun. Kami selaku satuan petugas pengamanan (satgaspam) mengatur sedemkian rupa untuk pintu masuk pimpinan delegasi dari 21 negara itu dapat berjalan lancar dan aman," ujarnya.Sugiharto mengatakan, nantinya sistem pengamanan dibagi menjadi ring tiga, ring dua, dan ring satu. Untuk ring satu akan dilaksanakan pasukan pengamanan presiden (paspampres)."Sedangkan untuk pengamanan objek vital dan delegasi VVIP akan dilaksanakan oleh unsur POM, termasuk disiagakan penembak dari unsur TNI. Semua prosedurnya sudah disiapkan dengan matang," katanya.Sementara untuk ring tiga, ucap dia, mencakup keseluruhan wilayah bandara yang sudah ada mekanisme pengamanannya. Koordinasi dan komunikasi juga terus kami mantapkan dengan Kementerian Luar Negeri dan Sekretariat Negara.Komandan Pangkalan TNI-AU Ngurah Rai itu menambahkan, pihaknya senantiasa mengontrol dan mengawasi para buruh bangunan yang merampungkan proses renovasi Bandara Ngurah Rai untuk memastikan mereka benar-benar pekerja dan bukan orang lain yang tidak berkepentingan.Gelar pengamanan pasukan untuk persiapan pengamanan KTT APEC di Bandara Ngurah Rai dijadwalkan pada 2 Oktober 2013, termasuk saat itu mulai dilakukan penambahan pasukan. (machda)