Korporasi Asing Mendesain Penggusuran Azas Cabotage

  • Oleh :

Sabtu, 19/Okt/2013 09:37 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Ada sejumlah pihak yang mendesain dan secara sistematis membangun opini agar azas cabotage digusur. Dilatarbelakangi kepentingan pengusaha dan negara asing, mereka menjadi bagian dari anak bangsa yang justru hendak melemahkan perekonomian nasional.Demikian rangkuman dari pernyataan Presiden Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA/Indonesian National Shipowners Association) Carmelita Hartoto dan Forum Advokasi Cabotage Indonesia (Incafo).Seperti diketahui, azas cabotage, yang secara tegas diinstruksikan dalam Inpres Nomor 5 tahun 2005 tentang Cabotage, adalah azas yang mewajibkan semua angkutan laut domestik di dalam kawasan perairan Indonesia menggunakan kapal berbendera merah putih.Menurut Carmelita Hartoto, azas cabotage memberikan perlindungan luar biasa kepada perusahaan pelayaran nasional, yang merupakan asset nasional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional. Sebagian bagian industri dalam negeri, pelayaran nasional memberikan sumbangsih kepada perekonomian nasional, bahkan secara makro menjadi bagian dari komponen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI."Pelayaran nasional mempekerjakan puluhan ribu pegawai, yang sebagian besar merupakan tenaga terdidik dan bersertifikat internasional. Kami juga memberikan devisa besar kepada negara. Pada sisi lain, kami juga menjadi stabilisator, dinamisator dan katalisator perekonomian nasonal," cetus Carmelita kepada beritatrans.com, Sabtu (19/10/2013).Namun eksistensi dan sumbangsih pelayaran nasional hendak dibantai lewat pencabutan azas cabotage. "Pada gilirannya, upaya pencabutan azas cabotage yang didesain oleh oknum-oknum bangsa ini, akan melemahkan perekonomian nasional. Memang amat kentara, desakan pencabutan azas cabotage ini dibakar oleh kepentingan korporasi dan negara asing," tegasnya.BANGUN OPINISebelumnya, Koordinator Incafo, Idris Sikumbang, menyatakan sudah lama mensinyalir aksi-aksi oleh orang dan lembaga tertentu untuk menggembosi azas cabotage. Mereka membangun opini perizinan usaha pelayaran abal-abal. Selain itu, memprovokasi publik melalui isu-isu logistik mahal, harga pangan yang tidak kompetitif, hingga negosiasi cabotage.Dia mengingatkan, kebijakan asas cabotage telah berdampak besar terhadap perekonomian nasional karena semakin banyaknya investasi terhadap sektor pelayaran juga mengakibatkan jumlah kapal di Indonesia semakin besar.Selain investasi di pelayaran, program nasional cabotage telah terbukti menggerakkan perekonomian nasional dengan sektor industri kapal dan penunjangnya, perbankan, pelabuhan, asuransi, tenaga kerja, properti dan industri kreatif lainnya tumbuh."Inpres No 5 Tahun 2005 itu merupakan salah satu kebijakan yang paling berhasil dilaksanakan dari sejumlah inpres lainnya, baik dari sisi dampak ekonominya maupun kerangka perwujudan kedaulatan negara. Karenanya, pemerintah harus berhati-hati dan tegas terhadap pihak-pihak yang hendak menggembosi azas cabotage," ujarnya.(aw).