Daya Tampung Commuter Line Bekasi Minim

  • Oleh :

Jum'at, 01/Nov/2013 08:58 WIB


Bekasi (Beritatrans.com ) -- Warga Bekasi, pengguna jasa transpotasi kereta commuter line mengeluhkan fasilitas layanan PT KAI, diantaranya daya tampung gerbong kereta yang minim.Kereta api di Stasiun Bekasi jadi transportasi utama warga yang hendak bekerja atau sekolah setiap paginya tanpa melalui jalan raya yang macet. Jadi, wajar kalau kereta ini peminatnya banyak.Sayangnya, kata Neni warga Kampung Cerewed, Bekasi, pengguna jasa transpotasi ini harus berdesak-desakan untuk menaiki kereta commuter line. "Setiap pagi saya harus berdesak-desakan untuk menuju tempat kerja yang dekat dengan Stasiun Kota, Jakarta," kata Neni kepada Beritatrans.com, kemarin.Neni yang setiap hari penumpang setia kereta api itu terpaksa harus berdesakan karena tak ada alternatif jasa transportasi lainnya yang bisa mengantarnya ke tempat kerja di Jakarta dalam waktu tak terlalu lama.Selain kereta yang tak lagi memadai, Neni juga mengeluhkan jadwal perjalanan yang tidak tepat waktu. Kedatangan kereta commuter line seringkali terlambat. "Terus ACnya kurang dingin," ungkapnya.Diakui Kepala Stasiun Bekasi Supendi, setiap hari kerja selalu terjadi kepadatan penumpang. Bukan saja karena gerbon kereta yang tak memadai. Namun kesadaran penumpang yang kurang juga menyebabkan padatnya gerbong. "Penumpang tidak sabar. Kalau sudah penuh tetap menaiki, padahal melebihi kapasitas gerbong," ungkapnya.Ia menilai penambahan gerbon kereta bukan satu-satunya solusi mengurangi kepadatan gerbong. "Meski gerbong di tambah tak pengaruh, akan tetap padat selama masyarakat pengguna tidak tertib. Selain itu makin banyak warga memilih kereta karena ongkosnya lebih murah," kata dia. (rdn/yfent)