Pelabuhan Pontianak Raih Laba Rp20 Miliar

  • Oleh :

Jum'at, 24/Janu/2014 11:00 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) -- Arus petikemas melalui Pelabuhan Pontianak, Kalbar tahun 2013 mampu menembus angka 203.500 Teus atau naik 16.500 Teus dibanding tahun sebelumnya 187.000 Teus. Angka ini menempatkan pelabuhan di Sungai Kapuas tersebut pada pososi kedua (throughput petikemas) setelah Pelabuhan Tanjung Priok, kata General Manager (GM) Pelabuhan Pontianak Sebulon Butar Butar didampingi Manager Terminal Petikemas, Sarkani di Jakarta, Kamis (23/1/2014).Menurut Sebulon, peningkatan arus petikemas ini membuat laba di pelabuhan setempat pada periode sama (2013) mencapai 20 miliar.Dia mengatakan lonjakan throughput petikemas ini sebagai dampak positip dari adanya penambahan alat bongkar-muat dan penataan sistem operasional yang mengarah pada dedicated terminal (pemisahan lokasi kegiatan petikemas dengan kegiatan lain) serta adanya semacam kontrak dermaga pada pelayaran yang lazim disebut sistem window.Dampak positif dari penataan kegiatan operasional ini menjadikan waiting time (kapal menunggu untuk masuk dermaga) dulu mencapai 7 hari sekarang zero dan lamanya kapal bongkar muat (berthing time) dulu 5 hari kini hanya 2 hari.Sementara arus kunjungan kapal selama 2013 tercatat 5.493 unit atau 8.457.274 gross ton. Arus barang non petikemas 4.496.233 ton dan penumpang embarkasi/debarkasi 368.436 orang.Fasilitas Pelabuhan Pontianak lapangan penumpukan petikemas isi 9,8 ha, lapangan penumpukan petikemas kosong 2.6 ha, kolam pelabuhan 4,4 ha , total dermaga 1007 meter dan gedung terminal penumpang dengan kapasitas 648 orang, parkir 100 mobil serta 300 motor.Fasilias peralatan quay container crane (qcc) 2 unit, forklift 4, head truck 6, terminal tractor 9, tronton 4, chassis 17, side loader 5, reach stacker 4, jib crane 2, rail mounted gantry crane (RMGC) 4 dan road truck 4 unit.Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)Pelabuhan Pontianak, Capt. Sudiono mengatakan, sampai sekarang tercatat lima KM RoRo tujuan Tanjung Priok dan Palembang masih tertahan di pelabuhan sejak 15 Januari karena gelombang tinggi di beberapa lokasi perairan. (wilam)