Ditjen Hubla Perintahkan Kapal KPLP Lebih Intensif Patroli di Selat Malaka

  • Oleh :

Kamis, 13/Mar/2014 16:53 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Capt. Bobby R. Mamahit memerintahkan armada KPLP untuk lebih intesif lagi berpratroli di Selat Malaka. Dengan patroli yang lebih sering dilakukan, akan mencegah perompak beraksi."Kami sudah perintahkan kepada Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) untuk mengerahkan armada KPLP di alur pelayaran, yang berpotensi perompak beraksi," ujar dirjen kepada beritatrans.com, Kamis (13/3/2014) sore.

    Patroli lebih intensif, dia menegaskan terutma di Selat Durian, sebelah timur Pulau Kunduran, Provinsi Riau dan Selat Berhala, Pulau Lingga, Provinsi Riau, yang beberapa kali dilaporkan ada upaya perompakan.
Bobby R Mamahit mengemukakan Ditjen Perhubungan Laut sudah berkoordinasi dengan Polri, TNI AL dan Badan Koordinasi Keamanan Laut. (Bakor Kamla) untuk digelarnya patroli secara berkelanjutan menjaga keamanan Selat Malaka dan sekitarnya, yang masuk ke dalam teritori perairan Indonesia.TIGA PEROMPAKAnPernyataan Bobby menanggapi kasus perompakan yang diungkapkan Pusat Informasi Keamanan Maritim Indonesia (Pikmi) berdasarkan incident alert yang diterima Information Sharing Center-Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery Against Ships in Asia atau ReCAAP di Singapura.Perompakan pertama, Moh Yasin dari PIKMI, terjadi pada 6 Maret. Di hari yang sama, terjadi perompakan kedua hanya berselang beberpaa jam dari perompakan pertama. Perompakan ketiga terjadi pada 10 Maret 2014 pagi.Kapal yang menjadi sasaran perompak adalah MT Sea Voyager, MT Orpheas dan MT Cape Veni.Pada 6 Maret, kapal MT Sea Voyager berbendera Kepulauan Marshall disatroni perompak ketika dalam perjalanan menuju Pulau Karimun Kecil. Empat perampok bersenjata pisau naik ke atas kapal.Mengetahui ada penjahat, anak buah kapal (ABK) segera membunyikan alarm tanda bahaya. Panik mendengar tanda bahaya, perompak segera balik arah dan buron.Satu jam kemudian, kapal MT Orpheas disatroni perompak. Tanker berkebangsaan Liberia ini juga sedang menuju Pulau Karimun Kecil. Perampok berhasil menggondol suku cadang kapal.Perompakan kembali lagi terjadi, kemarin (10 Maret), kapal MV Cape Veni, berbendera Siprus, disatroni perompak menggunakan perahu motor pada pukul 01.50 WIB.Kapal bulk carrier ini sedang berada pada posisi barat-daya Pulau Nipa. Berkat kesigapan ABK membunyikan alarm tanda bahaya, aksi perompakan dapat digagalkan. (aw).