Jalan Layang Antasari Diujicoba Satu Arah

  • Oleh :

Kamis, 05/Jun/2014 07:42 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Mulai Hari Jumat (6/5/2014), Direktorat Lantas Polda Metro Jaya akan uji coba Sistem Satu Arah di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Jl. Pangeran Antasarin Jakarta SelatanDivisi Humas Mabes Polri merilis Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melaksanakan ujicoba penerapan sistem satu arah (SSA) di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan mulai Jumat, 6 Juni 2014. JLNT Antasari diberlakukan satu arah ke utara atau ke arah Jl Jenderal Sudirman."Ini baru kita akan ujicobakan SSA di JLNT Antasari. Jadi dua lajur jalan di JLNT nanti satu arah dari arah Citos ke Sudirman," ujar Kasie Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Irvan Prawira Yuda, Rabu (4/6/14).Irvan mengatakan SSA di JLNT Antasari diberlakukan pada pagi hari mulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB. Kendaraan dari JLNT Antasari diturunkan sebelum Mabes Polri.Selama ujicoba ini, pihaknya akan menurunkan 47 personel yang akan ditempatkan di JLNT Antasari mulai dari Jl Gaharu hingga Blok M, termasuk di jalan alternatif Jl Senopati dan Blok M."Kita juga akan memasang rambu di lokasi sehingga masyarakat tahu," tuturnya.Ujicoba dilakukan mengingat seringnya terjadi kemacetan di JLNT Antasari dan jalan arteri sekitarnya, pada jam-jam tersebut. Begitu juga dengan kemacetan pada sore hari, kemacetan di JLNT Antasari terjadi pada jalur sebaliknya atau dari utara ke selatan."Kalau mau ke arah Sudirman dari JLNT itu macet. Masalahnya itu semua kendaraan yang mau ke Senayan pada naik ke atas semua," jelasnya.Bahkan menurutnya, hasil survei pihak kepolisian, volume kendaraan di JLNT pada jalur ke arah utara, volumenya cukup besar dibanding yang ke arah selatan. "Perbandingannya bisa 1:10," ucapnya.Ujicoba ini, kata Irvan, sudah melalui pembahasan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) selama satu minggu yang lalu. Diputuskan, ujicoba dilakukan selama satu pekan hingga Jumat 13 Juni 2014."Nanti Jumat pekan depan akan dievaluasi kembali. Kalau bagus, akan kita perpanjang selama satu bulan dan setelah satu bulan kita evaluasi kembali. Nanti kalau setelah satu bulan bagus, kemungkinan akan diberlakukan permanen," paparnya. (leny)