Dirjen Hubla Buka Latihan Nasional Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut

  • Oleh :

Rabu, 18/Jun/2014 10:40 WIB


DUMAI (beritatrans.com) - Kejadian tumpahan minyak di laut telah beberapa kali terjadi di perairan Indonesia. Peristiwa itu menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian sosial ekonomi masyarakat.Hal itu ditegaskan Dirjen Perhubungan Laut Capt Bobby R Mamahit saat membuka Latihan Nasional Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan Dumai - Marine Pollution Exercis (Nasional Marpolex 14 Dumai), di Kawasan Industri Dumai, Riau, (Rabu (18/6/2014).Tumpahan minyak tersebut, dirjen mengemukakan di antaranya akibat kecelakaan kapal MT Natuna Sew di perairan Selat Malaka dan MT King Fisher di Cilasap tahun 2000, dan kebakaran MT Pendopo di Balongan pada tahun 2008.Selain itu, dia mengutarakan tumpahan minyak dari Montara Wellhead Platform pada tahun 2009 di perairan Laut Timor Asutralia, yang tumpahan minyaknya memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.Karena itu, Bobby menegaskan amat dibutuhkan latihan penanggulan tumpahan minyak (Marpolex). Latihan ini merupakan implementasi amanat Undang - Undang, om 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim.Selain itu, dia mengungkapkan Marpolex berbasis kepada Peraturan Presiden Nom 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Daruray Tumpahan Minyak di Laut, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nom PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan. "Menteri Perhubungan selaku Ketua Tim Nasional memiliki tugas untuk menjamin ketersediaan sarana, prasarana dan personel terlatih untuk mendukung pelaksanaan operasi penanggulangan tumpahan minyak di laut," ungkapnya.Kementerian Perhubungan secara rutin melaksanakan latihan penanggulangan tumpahan minyak di laut (Marpolex), baik skala nasional maupun regional. Tujuan Marpolex ini menguji coba serta mengevaluasi prosedur penanggulangan tumpahan minyak dalam skala lokal, daerah dan nasional."Juga untuk melatih dan meningkatkan kerjasama dan kapabilitas dalam operasi pengamatan, pengamanan, pencarian serta pertolongan, pemadaman kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak, dan penanggulangan dampak tumpahan minyak," tutur dirjen.Marpolex di Dumai melibatkan unsur, personel dan peralatan dari Ditjen Perhubungan Laut. Kementerian Lingkungan Hidupn Kementerian Kelautan dan Perikanan.Selain itu, TNI AL, Polri, Basarnas, SKK Migas/KKS, Pemprov Riau, Pemkot Dumai, Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai, Pertamina, PT Pelindo I - IV, PT Chevron Pacific Indonesia, PT Kawasan Industri Dumai, dan instansi lainnya.Bobby R Mamahit berharap bekal pengetahuan dan pengalaman peserta Marpolex, dapat disemasi kepada rekan kerja lainnya yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama, sehingga dapat terwujud ketersediaan personel solid dan cepat tanggap terhadap upaya penanggulangan pencemaran akibat tumpahan minyak di wilayah kerja masing-masing. (aw).