Pakar; Angkutan Umum Harus Efisien dan Murah

  • Oleh :

Kamis, 11/Sep/2014 06:58 WIB


JAKARTA (beritatrans.com)--Menungkatkan efsiensi dan kelancaran lalu lintas khususnya transportasi darat di kota-kota besar maka harus membangun transportasi umum. Kemacetan lalu lintas yang "parah" bukan hanya di Jakarta, tapi juga kota besar lainnya seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan dan lainnya."Untuk mengurai semua itu, harus membangun angkutan umum massal. Bisa dengan kereta api, bus rapit transit (BRT), Mass Rapit Transit (MRT), paling tidak angkutan umum berbasis bus. Jadi bukan angkot apalagi kendaraan pribadi," ujar pakar transportasi Unika Soegijapranoto Djoko Setijowarno menjawab beritratrans.com di Jakarta, kemarin.Selanjutnya, diintergrasi antara satu moda transportasi dengan lainnya. Mislanya, Kereta Api (KA) dengan bus DAMRI, Pelni, ASDP dan lainnya. "Untuk memulai semua itu, bisa dengan mengintegrasikan beberapa BUMN yang bergerak di berbagai moda transportasi. Mereka bisa disinergikan apalagi dibawah satu kendali pemegang saham, Kementerian BUMN," kata Djoko.Dikatakan, saat ini Perum DAMRI sudah menunjukkan kinerja keuangan yang bagus, terutama didukung angkutan khusus Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Itu bagus, bahan mampu mendukung kenaikan kinerja Perum DAMRI setelah beberapa tahun sebelumnya rugi."Ke depan, masyarakat butuh moda transportasi yang cepat, efisien, selamat dan harga terjangkau. Baik tapi mahal dan rakyat tak mampu membayar sama saja bohong. Oleh karena itu, angkutan umum harus baik, murah dan menjangkau ke daerah remote, sehingga orang tak perlu naik kendaraan pribadi," papar Djoko.Jika sudah berhasil mengintegrasikan dan mensinergikan berbagai moda transportasi milik BUMN, langkah berikutnya mengintegrasikan BUMN dengan operator transportasi swasta. "Memang tidak mudah mengintegrasi mereka itu (BUMN dan swasta). Tapi jika dilakukan bukan mustahil bisa terwujud. Demi kebaikan semua dan terwujudnya transportasi umum yang efisien, seharusnya bisa dilakukan. Asal dikelola secara profesional bisa dan menguntungkan," tandas Djoko.Persaingan bisnis jasa transportasi ke depan makin baik dan ketat. Semua harus serba cepat, efisen, murah, nyaman dan selamat. "Jika tal bisa menwujudkan semua itu jangan harap bia eksis. Oleh karena itu, perlu sinergi bila perlu merger antara satu dengan lainya. Dengan cara itu bisa mewujudkan angkutan umum yang murah dan efisien," tegas Djoko.(helmi)