800.000 SPBU Asing akan Dibangun di Indonesia

  • Oleh :

Jum'at, 28/Nov/2014 15:09 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan dalih terjadi pembengkakan APBN dan subsidi 85 persen salah sasaran, sebenarnya hanya akal-akalan untuk menutupi agenda lain. Data yang dihimpun beritatrans.com menyebutkan, sudah lama ada 40 perusahaan asing memegang izin prinsip pendirian SPBU di Indonesia. Masing-masing perusahaan itu punya hak mendirikan sampai 20.000 SPBU. Artinya, 800.000 SPBU asing akan menguasai Indonesia.Kalau Pertamina masih terus menjual BBM bersubsidi maka SPBU asing yang sudah beroperasi sepi pembeli. Bagaimana mereka mau membuat SPBU baru, kalau yang ada saja terancam brangkut?Masalah kenaikan harga BBM bersubsidi ini sebenarnya masalah pertarungan kapitalis asing di Indonesia yang memanfaatkan para pengambil keputusan di negeri ini. Masih juga mau dikibulin? Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas Ibrahim Hasyim mengatakan, sejauh ini belum mempunyai data konkrit mengenai jumlah perusahaan asing yang akan membangun SPBU di Indonesia. "Bisa jadi mereka akan membangun SPBU sebanyak itu," katanya menjawab beritatrans.com di Jakarta, Jumat (28/11/2014).Menurutnya, selama mereka memiliki Badan Hukum resmi di Indonesia, mempunyai SIUP serta mendirikan SPBU di wilayah hukum Indonesia tak masalah. "Kita negara hukum. Selama mereka mengikuti proseedur dan hukum yang berlaku di Indonesia, BPH Migas tak bisa melarang," kara Ibrahim lagi."Yang perlu diingat, saat ini berlaku hukum ekonomi. Jika satu usaha itu menjanjikan dan menguntungkan secara ekonomi, orang akan masuk. UU Migas membolehkan perusahaan asing membangun dan menjual BBM di SPBU di Indonesia. Ini bunyi UU, bukan maunya BPH Migas," tegas Ibrahim.(helmi)