PO dan Awak Bus Merokok, Izin Trayek Dicabut

  • Oleh :

Selasa, 02/Des/2014 13:24 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Awak angkutan umum dilarang merokok saat bekerja apalagi mengemudikan kendaraan. Kebijakan ini diatur dalam Perda No.5/2014 tentang Angkutan Umum di Jakarta."Jika ketahuan, nanti akan diberikan sanksi berjenjang mulai peringatan, teguran sampai pembekuan izin trayeknya," ujar Anthon Parura Kepala UPT Terminal dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat dialog dan edukasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Terminal Pulogadung, Jakarta, Selasa (2/12/2014).Perda tersebut terbit April 2014 lalu dan kini masih dalam tahap sosialisasi. "Kita bersama komponen masyarakat lain sedang giat sosialisasi KTR ini. Kalau sudah cukup, baru diambil tindakan dan sanksi tegas diberikan," jelas Anton."Perkiraan awal tahun depan sanksi itu sudah bisa diterapkan. Dengan harapan, bisa membina dan menyadarkan masyarakat. Tujuan utamanya menyadarkan masyarakat, jadi jangan sampai ada sanksi tersebut," papar Anthon.Oleh karena itu, menurut dia, seluruh awak angkutan, karyawan PO harus ikut peduli dan aktif sosialisasi mengenai KTR ini. "Pelayanan di angkutan umum harus lebih baik, termasuk bebas dari asap rokok inin," tandas Anthon.IMG_20141202_115833_editPada kesempatan sama, mantan Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menambahkan, sanksi tegas pencabutan izin trayek terhadap PO atau awak angkutan yang langgar KTR perlu ditegakkan."Kalau sanksi tak ditegakkan percuma. Perda sudah ada dan kita ingin KTR ditegakkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan bersih. Bukan hanya di angkutan umum, terminal juga bebas dari asap rokok," kata Tigor."Kalau di Singapura bisa wujudkan angkutan umum dan terminal bebas asap rokok. Mengapa Indonesia tidak? Toh banyak orang Indonesia bisa tertib saat di Singapura," tegas Tigor.(helmi)

Tags :