Ada 5 Temuan Ganjil Dalam Kinerja KAI Senilai Rp18,78 Miliar

  • Oleh :

Kamis, 05/Feb/2015 06:45 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Berdasarkan hasil audit kinerja tahun 2014, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan 12 rekomendasi untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian BUMN. Hasil audit BPK di tahun 2014 silam pada BUMN itu, sedikitnya ada 5 temuan ganjil dengan nilai Rp18,78 miliar.Seperti dikutip detikFinance, Rabu (4/2/2015), temuan pertama adalah harga sewa 8 unit genset 500 KVA merk Volvo lebih tinggi Rp499,8 juta. Sedangkan yang kedua adalah KAI lebih bayar bea masuk Rp2,9 miliar dan tidak membayar bea masuk Rp813 juta. Totalnya menjadi Rp3,7 miliar.Temuan ketiga, menurut BPK adalah pengoperasian K3 AC tidak sesuai ketentuan dan membebani masyarakat dengan harga jual yang lebih mahal Rp14,5 miliar.Sementara yang keempat yaitu penghitungan PSO TA 2013 Rp 682,7 miliar tidak dapat diyakini kewajaranya, dan yang terakhir adalah perhitungan kebutuhan kredit modal kerja tidak berdasarkan kebutuhan yang sesungguhnya.Temuan-temuan BPK ini juga terdapat di 14 BUMN lain. BPK sudah mengirimkan surat kepada BUMN dan Kementerian BUMN untuk segera ditindaklanjuti.Data Ditjen Perkeretaapian Kemenhub tahun 2014, nilai PSO dari APBN untuk KAI sebesar Rp1,2 triliun. PSO tersebut diberikan untuk sejumlah KA kelas ekonomi serta KRL Jabodetabek untuk memberikan pelayanan angkutan umum ke masyarakat.Sementara, PSO untuk KAI tahun 2015 ini nilainya naik menjadi Rp1,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp750 miliar PSO diberikan untuk KRL Jabodetabek. Selebihnya PSO diberikan untuk 12 KA kelas ekonomi yang dioperasi di sejumlah daerah baik di Jawa atau Sumatera.(helmi/awe)