BPSDM Perhubungan Siapkan Diklat Orientasi PNS Baru Kemenhub

  • Oleh :

Minggu, 22/Feb/2015 14:40 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) Badan Pengembangan SDM Perhubungan segera melakukan diklat orientasi pada sekitar 650 pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hasil seleksi tahun 2014 lalu. Mereka itu terdiri dari 257 S-1 dan selebihnya D-III untuk seluruh subsektor perhubungan di Indonesia.Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, diklat orientasi tersebut akan dilakukan pertengahan Maret 2015. Tempatnya sama di Pusdikif, Cipatat Bandung Jawa Barat dan dilakukan selama tiga minggu, katanya pada beritatrans.com di Jakarta akhir pekan lalu.Diklat Orientasi tersebut diperlukan untuk membentuk jiwa dan kharakter seluruh insane perhubungan. Mereka harus mempunyai sikap mental, perilaku dan jiwa sebagai insan perhubungan yang professional dan berwatak melayani. Untuk itu, diawal masa kerja di Kemenhub mereka dibentuk dulu kharakternya sekaligus memberikan pembekalan sebelum mereka bertugas sebagai aparatur perhubungan, jelas Tommy.Pusdikif menjadi pilihan BPSDM Perhubungan untuk mendidik dan memberikan pengenalan kepada PNS Kemenhub, karena Pusdikif itu mempunya fasilitas dan SDM yang cukup dan terlatih. Selama ini, pembentukan kharakter termasuk taruna transportasi juga dilakukan di Pusdikif Bandung.Pusdikif memiliki SDM instruktur, kurikulum, tepat dan asrama untuk peserta didik dalam jumlah cukup. Kapasitas Pusdikif Cipatat Bandung bisa menampung sampau 1.000 siswa lebih untuk satu waktu diklat, kata Tommy.Yang perlu ditekan pada seluruh insan perhubungan terutama yang baru masuk adalah, bagaimana mereka memiliki jiwa melayani kepada masyarakat dengan baik. Selain itu, mereka harus bekerja dengan standard keselamatan dan keamanan yang tinggi. Keselamatan harus menjadi nomor satu di sektor transportasi.Melayani dengan baik serta standard keselamatan yang tinggi harus menjadi budaya kerja dan diterapkan di setiap gerak langkah seluruh insan perhubungan. Kini zaman sudah berubah, mereka tidak boleh bermental juragan yang minta dilayani dan diutamakan. Sebaliknya, mereka harus melayani dengan baik seluruh rakyat yang datang ke kantor dan instansi perhubngan di seluruh Tanah Air, tandas Tommy.(helmi)