Shendy Masuk STTD Lewat Jalur PMDK

  • Oleh :

Kamis, 12/Mar/2015 12:09 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) Seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) Badan Pengembangan SDM Perhubungan memang mudah. Pendaftaran dibuka untuk umum, lulusan SMA/MA atau sederajat, selama mereka memenuhi syarat dan lolos seleksi yang ditetapkan panitia.Shendy Revilla Putri, taruni STTD Bekasi mengatakan, dia termasuk orang yang beruntung karena diterima sebagai taruni STTD melalui jalur penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Jadi, dalam proses sipencatar tak harus melalui tes potensi akademik (TPA). Tapi untuk tes kesamaptaan, tes kesehatan, tes psikologi dan lainnya tetap harus ikut semua, kata dia.Untuk peserta yang lolos PMDK, langsung tes tahap kedua. Bagi teman-teman yang melalui jalur normal, TPA meliputi berbagai bidang studi seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, Matematika, dan Fisika, kata Shendy pada beritatrans.com di Jakarta, Kamis (12/3/2015).Shendy1_editBagi taruna yang mausk lewat jalur PMDK biasanya diranking dari nilai raport dan ujian akhir. Biasanya oleh sekolah yang diambil adalah siswa dengan prestasi 10 besar. Kebetulan saya masuk tiga besar. Tapi, saat itu hasil ujian nasional (UN) atau nilai ebtanas murni (NEM) minimal 7,75. Tapi setiap tahun standarnya naik, papar Shandy.Dikatakan, semua materi tes sama beratnya. Mulai tes wawancara, tes kesehatan bahkan sampai tes keperawanan calon taruna diperiksa tim kesehatan di STTD. Untuk tes kesehatan, calon taruna harus lari 2,4 km dengan waktu tempuh rata-rata 12 menit. Selanjutnya dilakukan scan/MRI untuk seluruh badan, sehingga bisa diketahui kondisi fisik calon taruna, jelas Shendy.Sebelumnya, Ketua STTD Bekasi, Zulmafendi mengatakan, selama ini banyak peserta yang gagal justru di tes potensi akademik (TPA). Seperti diketahui, calon taruna harus memiliki nilai rata-rata 8, terutama untuk IPA dan matematika. Selain itu juga memiliki pengetahuan dan penguasaan Bahasa Inggris yang baik, kata Zulma dalam satu pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan dari seluruh Indonesia.Pengaaman sipencatar tahun 2014 lalu, kata Zulma, dari 10.000 pendaftar banyak yang gagal diTPA. Jumlahnya langsung menurun jadi sekitar 4.000, dan setelah diseleksi lebih lanjut terus berkurang. Akhirnya seperti taruna yang kini aktif belajar di STTD dari berbagai prodi yang ada, tukas dia.Kendati begitu Zulma mengaku, pada prinsipnya seluruh peserta yang memenuhi syarat akan diterima. Dengan catatan, memenuhi syarat dan lolos seleksi yang ditentukan panitia. Tapi sipencatar ini dilakukan oleh tim tersendiri dan hanya taruna yang terbaik yang akan diterima, tegas Zulma.(helmi)