26 Penyidik KPK yang Diangkat Samad Diduga Ilegal

  • Oleh :

Rabu, 25/Mar/2015 15:39 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) -Dalam melakukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, oknum-oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh dibiarkaan melakukan pelanggaran undang undang dan hukum. "Komisi III DPR perlu memanggil KPK untuk mengklarifikasi hal ini," kata Ketua Presidium IPW Neta Pane di Jakarta, Rabu (26/3/2015). "Hal ini bertentangan dengan hukum dan KPK harus segera memberhentikan 26 penyelidik dan penyidik KPK yang diduga ilegal. Mereka itu diangkat Ketua non aktif KPK Abraham Samad," jelas dia."Sebab pengangkatan mereka melanggar undang undang, sehingga keberadaan ke 26 penyelidik dan penyidik itu di KPK tidak sah," jelas Neta.Dari penelusuran IPW, menurut dia, terungkap, ke 26 orang itu diangkat dengan Surat Keputusan Pimpinan KPK No Kep 27/01-54/01/2013 tentang Pengangkatan Penyelidik dan Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasan pengangkatannya karena KPK memerlukan tenaga penyelidik dan penyidik yang memenuhi syarat, untuk memenuhi pelaksanaan fungsi penyelidik dan penyidik di lembaga anti rasuah itu.Inisial ke 26 penyelidik dan penyidik KPK yang diangkat Samad itu adalah ALH, ARD, FW, HN, IK, JS, MRS, PAP, S, Su, IGA, WPR, MD, ACC, EK, FK, HS, H, MF, MNP, RAB, ST, W, YP, dan RR. "Identitas ke 26 orang itu mulai dari Nomor NPP (Penyelidik dan Penyidik) 0000149 hingga. 0000524. Keberadaannya sebagai penyelidik dan penyidik ditetapkan 11 Januari 2013 dan ditandatangani Abraham Samad sebagai Ketua KPK.""Pengangkatan ini menjadi aneh karena pada 8 November 2009 Wakil Ketua KPK Waluyo kepada media mengatakan, KPK sulit untuk mewujudkan pengangkat penyidik sendiri karena peraturan perundangannya belum memadai," tandas Neta.(helmi)

Tags :