Wianda: Stok BBM Jenis Premium Pertamina Tak Berkurang

  • Oleh :

Sabtu, 18/Apr/2015 12:02 WIB


JAKARTA ((beritatrans.com) -Manajemen PT Pertamina menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium tidak akan berkurang, meski BBM produk baru yang bernama Pertalite muncul. Sementara, sosialisasi dan penambahan pasokan pertalite terus ditambah di masyarakat."Volume premium Pertamina tidak akan berkurang," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro, Jumat (17/4/2015).Oleh karena itu, jubir BUMN migas itu meminta masyarakat khususnya pengguna kendaraan bermotor tetap tenang dan tak perlu takut. "Stok dan pasokan BBM jenis premium tetap. Tak perlu khawatir dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa," jelas Wianda.Wianda menegaskan perseroan tetap menjual BBM jenis Premium sekaligus BBM produk baru yang bernama Pertalite. "Rekomendasinya dihapus dua tahun, tapi Pertamina bisa bicara, kita lihat intinya ini pilihan bukan paksaan," ungkap dia.Wianda menambahkan bahwa peluncuran produk BBM baru Pertamina untuk bisnis murni. Saat ini pihak Pertamina masih menghitung volume dan sasaran distribusi penjualan Pertalite. "Kita lihat produk murni komersial Pertamina," papar Wianda.Seperti diketahui, terhitung mulai awal Mei, Pertamina akan menghentikan penjualan bensin dengan kadar research octane number (Ron 88) alias premium secara bertahap.Sebagai gantinya, Pertamina akan menjual bensin Ron 90 dengan nama Pertalite. "Harganya tentu akan lebih mahal ketimbang premium," tandas Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina.Tahap awal, Pertalite hanya akan dijual di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Adapun, "Premium cuma akan dijual di SPBU di jalur angkutan umum, angkot dan mikrolet di pinggiran kota saja," ujar Ahmad.Ahmad mengklaim, Pertalite memiliki kualitas bahan bakar yang lebih baik ketimbang premium. Selain menghasilkan suara mesin kendaraan yang halus, Pertamina juga mengklaim bensin baru ini ramah lingkungan.Untuk mendapatkan Pertalite dengan RON 90, Pertamina harus impor. Tapi, pencampuran atau blending dilakukan di Indonesia. Sayang, Ahmad enggan membeberkan harga jual Pertalite serta besaran biaya blending Pertalite. "Masih kami kaji dan dihitung," tegas Wianda.(hel/aw)