Jelang Lebaran, Alur Pelayaran Pelabuhan Pontianak Aman

  • Oleh :

Kamis, 09/Jul/2015 17:22 WIB


PONTIANAK (beritatrans.com) - Alur pelayaran untuk masuk ke Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat, sepanjang 17 Nautical Miles (NM) dipastikan aman. Seluruh Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) seperti lampu suar dan yang lainnya berfungsi dengan baik."Sehingga kami sangat siap menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini," kata Kepala Distrik Navigasi Kelas III Pontianak, Dian Nurdiana di Pontianak, Kalbar, Kamis (9/7/2015).Dian mengatakan, total SBNP Distrik Navigasi Pontianak berjumlah 68 unit yang terdiri dari berbagai Macam seperti lampu suar, Rambu suar, bouoy, dan sebagainya. Khusus SBNP untuk alur pelayaran menuju pelabuhan yang berjarak 17 NM berjumlah 17 unit."Saat ini semuanya (SBNP) berfungsi baik," ujarnya.IMG_20150709_120615Distrik Navigasi Pontianak juga membentuk Posko monitoring pelayaran Angkutan Mudik Lebaran 2015 yang ditempatkan di ruang Vessel Traffic Service (VTS). Posko ini bertugas memonitoring seluruh pergerakan kapal di sepanjang alur pelayaran pelabuhan Pontianak, baik yang hendak masuk maupun keluar."Posko monitoring juga memberikan laporan harian ke Puskodal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Posko Terpadu Angkutan Mudik Lebaran 2015," katanya.Dian juga menyiagakan Stasiun Radio Pantai (Srop) selama 24 jam untuk memonitoring berbagai kejadian di seluruh perairan yang menjadi wilayah kerja Distrik Navigasi Pontianak."Kami juga menyiagakan tim quick response agar dapat bertindak cepat bila ada laporan SBNP rusak atau tidak berfungsi dengan baik," tuturnya.Dian berani menjamin dengan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang telah dibentuknya, tim quick response bisa memperbaiki SBNP yang rusak ringan hanya dalam waktu 24 jam. Sedangkan alat SBNP yang mengalami rusak berat diperbaiki dalam waktu tidak lebih dari 2 kali 24 jam."SOP ini sudah kami terapkan dan terbukti bisa," kata Dian.Intinya, lanjut Dian, Distrik Navigasi Pontianak siap mengamankan alur pelayaran bagi kapal-kapal, baik kapal penumpang maupun kapal kargo. Empat kapal negara milik Distrik Navigasi Pontianak juga standby di pangkalan, termasuk Kapal Negara Alnilam yang pernah terlibat dalam misi penyelamatan pesawat Air Asia yang jatuh di perairan Kepulauan Riau pada Desember 2014 lalu. (aliy)