Sakur: Ada 300 Petugas Di Asrama Sukolilo Layani 28.500 Jamaah Haji

  • Oleh :

Rabu, 09/Sep/2015 11:27 WIB


SURABAYA (beritatrans.com) - Latar belakang sosial, budaya dan ekonomi bahkan usia jamaah haji sangat beragam. Bahkan, ada jamaah haji Jawa Timur yang berusia 94 tahun. "Semua itu butuh kearifan, kerja ikhlas dan profesional para petugas haji khususnya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim," kata Kabid Urusan Haji dan Umroh Kanwil Depag Jawa Timur HM Sakur di Surabaya, Rabu (9/92015).Dari 28.500 jamaah yang berangkat dari Embarkasi Surabaya, menurut dia, sangat beragam. "Mulai orang kampung, tak lulus SD sampai guru besar bahkan orang kaya raya ada. Tapi, semua harus dilayani dengan baik serta standar yang sama," kata Sakur.Saat ini, ada sekitar 300 petugas haji di Asrama Sukolilo. Mereka berasal 10 instansi dan lembaga di Indonesia. IMG_20150909_113316_edit"Mereka umumnya adalah petugas yang sudah berpengalaman atau dua tiga kali bertugas. Tapi, untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi, maka petugas haji tetap diberikan pembekalan dulu," papar Sakur.Namun begitu, tambah dia, masalah dan tantangan jamaah haji bahkan sejak dari asrama berbeda-beda. "Umur dan tingkat pendidikan terkadang bukan kendala. Bahkan, kemarin ada jamaah haji yang berusia 94 tahun. Tapi, faktanya dia sangat sehat dan diyakini mampu menjalankan prosesi ibadah haji," sebut Sakur.Sebaliknya, tidak sedikit jamaah haji yang muda dan gagah berani, justru jatuh sakit dan tak mampu menunaikan ibadah haji dengan baik dan mandiri. "Itulah yang harus diberikan pemahaman dan pencerahan kepada jamaah termasuk oleh petugas haji," sebut Sakur.Oleh karena itu, dia berpesan, menjadi petugas haji atau jamaah haji sekalipun harus bekerja yang baik dan ihlas. "Persiapan fisik dan psikhis dibutuhkan dalam urusan haji. Yang jelas harus ihlas dan niatnya lurus untuk ibadah," tandas Sakur.(helmi)

Tags :