Kejar Predikat Safety ICAO, PT Angkasa Pura II Perketat Pemeriksaan Calon Penumpang

  • Oleh :

Kamis, 05/Nov/2015 16:02 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura II (Persero) memperketat pemeriksaan keamanan calon penumpang pesawat di 13 bandara di bawah pengelolaannya. Hal ini dilakukan dalam upaya mendapatkan predikat aman dari organisasi penerbangan sipil internasional atau ICAO."Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami calon penumpang pesawat. Namun, hal ini diperlukan demi mewujudkan keselamatan kita bersama selama penerbangan," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Berita Trans di Jakarta, Kamis (5/11/2015). Budi Karya mengatakan, saat ini bandara-bandara di Indonesia belum mendapatkan klarifikasi aman dari ICAO. "Kami bermaksud mendapatkan klasifikasi aman tersebut sehingga bandara-bandara di bawah PT Angkasa Pura II (Persero) dapat setara bahkan lebih baik dari bandara manapun di dunia, ujarnya.Ketentuan mengenai upaya perbaikan sistem keamanan di bandara tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional dan Surat Instruksi Dirjen Perhubungan Udara No. 3 Tahun 2015 tentang Kewajiban Perbaikan Sistem Keamanan Bandar Udara.Selain itu, pengetatan pemeriksaan calon penumpang pesawat juga sebagai upaya memenuhi ketentuan internasional sesuai Annex 17 yang diterbitkan oleh International Civil Aviation Organization atau ICAO.Adapun salah satu pengetatan pemeriksaan yang dimaksud adalah setiap calon penumpang pesawat sebelum memasuki alat pendeteksi logam atau metal detector yang terdapat di terminal di bandara diharuskan melepas seluruh barang berunsur logam seperti ikat pinggang, jam tangan, telepon selular, koin, dan sebagainya.Apabila metal detector masih memberikan notifikasi suara, maka aviation security akan melakukan pemeriksaan badan terhadap calon penumpang. Hal ini diterapkan sebagai tindakan preventif guna memastikan tidak adanya senjata tajam yang dibawa naik ke pesawat sehingga dapat mewujudkan keamanan dan keselamatan selama penerbangan.Dalam beberapa minggu terakhir sejak diperketatnya pemeriksaan keamanan, petugas aviation security menggagalkan lolosnya senjata tajam yang disembunyikan di ikat pinggang atau kepala ikat pinggang dimodifikasi menjadi senjata tajam, kata Budi Karya.(aliy)