Konsultan Pembangunan KA Trans Kalimantan Sangat Terbatas

  • Oleh :

Rabu, 10/Feb/2016 20:10 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Tenaga ahli untuk menjadi konsultan pembangunan kereta api Trans Kalimantan sangat terbatas. Sehingga pembangunan jalur kereta api lintas Kalimantan masih tersendat."Konsultannya masih sangat terbatas, tidak sampai 10 orang yang memiliki keahlian mendesain pembangunan kareta api di Kalimantan," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Rabu (10/2/2016).Menurut Hermanto, kondisi geografis di Kalimantan sangat berbeda dengan di Pulau Jawa karena banyak lahan gambut. Selain itu, anggaran pembangunannya juga sangat besar yaitu sekitar Rp40 triliun. Jumlah itu pun diproyeksikan hanya untuk pembangunan lima tahun.Untuk mendapatkan tenaga-tenaga ahli perkeretaapian, Hermanto melakukan pendekatan dan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Lembaga pendidikan tinggi itu diharapkan mau menyediakan mata kuliah khusus perkeretaapian."Ke depannya akan dibuat kursus singkat spesifikasi, enam bulan atau satu tahun agar memiliki keahlian di bidang perkeretapian karena selama ini kurang diminati," ujarnya seperti dilansir Antara.Dalam dokumen Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terdapat 10 jalur kereta api yang masuk dalam "draft" rencana pembangunan jalur perkeretaapian di Kalimantan periode 2015-2019.Jalur-jalut tersebut, di antaranya jalur Pontianak-Batas Negara 268 kilometer, Pontianak-Sanggau 143 kilometer, Sanggau-Palangkaraya 587 kilometer, Banjarmasin-Palangkaraya 194 kilometer, Banjarmasin-Tanjung 196 kilometer dan Tanjung-Balikpapan 234 kilometer.Selanjutnya, Balikpapan-Samarinda 89 kilometer, Samarinda-Lubuk Tutung 145 kilometer, Tanjung Redep-Lubuk Tutung 293 kilometer dan Batas Negara-Tanjung Redep 279 kilometer. (aliy)