Pengurangan Subsidi Tak Perlu Ditakuti, Selama Barang Tersedia

  • Oleh : an

Selasa, 29/Mar/2016 11:11 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Masyarakat negeri ini nyaris tidak mempermasalahkan perbedaan harga nyata dengan harga yang ditetapkan Pemerintah. Dengan catatan, komoditas elpiji 3 kg yang disubsidi negara melalui APBN selalu tersedia pada saat dibutuhkan masyarakat.???Mengurangi jumlah subsidi untuk elpiji 3 kg? seharusnya tidak perlu ditakuti dan disakralkan. Kenaikan harga komoditas pasti berdampak terhadap inflasi. Namun inflasi itu bisa diperkirakan besarnya dan bisa pula diatasi untuk tidak terkoreksi naik dengan signifikan. Pemerintah harusnya mempunyai kemampuan mengatasi hal ini, kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (29/3/2016).?Untuk mengantisipasi terdongkraknya inflasi jika besaran subsidi elpiji 3 kg dikoreksi, lanjut Sofyani Pemerintah bisa saja mengantisipasi dengan melakukan penataan ulang penerima dan pengguna elpiji 3kg. Hal ini harusnya bisa dilakukan sejalan dengan kebijakan BUMN PLN yang melakukan pendataan ulang pengguna listrik dengan daya 450-VA dan 900-VA, kata Sofyano. Walau harga minyak dunia telah turun secara signifikan yang harusnya berpengaruh besar terhadap biaya produksi dan distribusi listrik, namun PLN terbukti selalu mengkoreksi naik TDL-nya. Kali ini, PLN membuat kebijakan menyaring ulang pelanggan pengguna listrik daya 450-VA dan 900-VA agar subsidi yang ada pada daya tersebut tepat sasaran kepada masyarakat pengguna yang berhak atas subsidi. Kebijakan seperti ini seharusnya dilakukan pula terhadap pengguna elpiji 3 kg," jelas Sofyano.?Menurut Puskepi, Pemerintah Indonesia juga bisa mengeluarkan peraturan yang menetapkan bahwa harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah. Kebijakan itu berlaku pula sebagai harga eceran nyata atau harga beli sesungguhnya bagi masyarakat. Tapi, kebijakan seperti ini tidak seperti yang terjadi selama ini, sebut Sofyano.Dengan demikian ketika harga jual elpiji dikoreksi naik, misalnya sebesar Rp1.000/ kilogram (kg). Maka masyarakat tetap membayar dengan jumlah yang sama sebagaimana terjadi selama ini. Ketika penyalur elpiji 3 kg ditetapkan dan diharuskan menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sekaligus merupakan Harga Eceran Nyata, kilah Sofyano lagi. ?Tentu saja pengkoreksian harga jual elpiji juga harus memberi dampak langsung bagi para penyalur elpiji 3kg artinya koreksi kenaikan harga jual juga dengan mengkoreksi naik margin agen dan pangkalan serta ongkos angkut elpiji yang sudah belasan tahun tidak pernah dinaikan oleh Pemerintah.??Tata Ulang Penyalur ElpijiSejalan dengan itu, tambah Sofyano, maka pemerintah juga harus menata ulang keberadaan para penyalur elpiji. Penyalur elpiji pada tingkat pangkalan dan pengecer harus ditetapkan sebagai mata rantai distribusi elpiji yang keberadaan dan pembinaannya sepenuhnya ada ditangan Pemerintah dalam hal ini bisa saja ditangani oleh Pemerintah daerah.?Hal lain untuk mengurangi terkurasnya keuangan pemerintah karena subsidi elpiji maka Pemerintah perlu mendukung penuh kreatifitas bisnis yang dilakukan pertamina yang telah meluncurkan produk elpiji tabung 5,5 kg atau disebut pinky gas, terang Sofyano.Harga jual pinky gas yang bisa ditetapkan diatas harga jual elpiji 3 kg tetapi dibawah harga jual elpiji 12 kg, merupakan program yang cerdas yang jika mendapat dukungan pemerintah dan segala pihak sangat bisa mengurangi beban subsidi elpiji.Terobosan itu sudah terbukti berhasil dilakukan Pertamina dengan meluncurkan produk BBM Pertalite yang nyatanya mampu menekan penggunaan premium, tegas Sofyano.(helmi)