Minggu Malam, 10 WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Tiba Di Lanud Halim

  • Oleh : an

Senin, 02/Mei/2016 05:46 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filiphina Selatan telah dibebaskan dan dibawa pulang ke Indonesia. Mereka mendarat di Pangkalan Udara TNI di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (2/5/2016) pukul 23.24 WIB.Mereka berhasil dibebaskan berkat operasi intelijen serta negosiasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Filiphina, TNI dan Intelijen Indonesia. Operasi itu dimulai tanggal 27 Maret 2016 dengan melibatkan tim negosiator andal dari Indonesia , termasuk Mayjen (Purn) Kivelan Zain.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, seluruh Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 tersebut akan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Pusat Angkatan Darat, Gatot Subroto, Jakarta. "Sepuluh ABK tersebut akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan kesehatan," ujar Retno di Halim seperti dikutip kompas.comMereka dibawa dari Filipina dengan pesawat berlogo Victory News. Setelah mendarat, satu per satu rombongan turun dari pesawat dan langsung disalami oleh para pejabat Indonesia yang menjemput. Mereka lalu menaiki mobil untuk dibawa ke RSPAD. Mereka akan diepriksa kesehatannya di RSPAD sebelum dikembalikan kpada keluarga masing-masing di Tanah Air.Selain Menlu, tampak hadir Mensesneg Pratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Filipina Minister Counselor Edi Mulya.Sejak 26 Maret 2016, sepuluh awak kapal pandu Brahma 12 beserta muatan batubara milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disandera kelompok teroris Filipina Abu Sayyaf.Para awak kapal dan seluruh muatan batubara dibawa penyandera ke tempat persembunyian mereka di salah satu pulau di sekitar Kepulauan Sulu.Kepala kepolisian Jolo Filipina, Junpikar Sitin sebelumnya mengatakan, mereka dibebaskan pada Minggu tengah hari. Beberapa orang tak dikenal mengantar ke-10 orang kru kapal tunda itu ke kediaman Gubernur Abdusakur Tan Jnr di Pulau Jolo di tengah hujan lebat.Cayat mengatakan, setelah diantar ke depan kediaman Gubernur Sulu, mereka lalu dibawa masuk dan disuguhi makanan. Sejauh ini belum diketahui alasan pembebasan para sandera itu. Namun, seorang sumber mengatakan, uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp 14 miliar sudah dibayarkan kepada pihak Abu Sayyaf.Berikut nama-nama 10 WNI tersebut:1. Peter Tonsen Barahama asal Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Batam2. Julian Philip, warga Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondang Utara, Kabupaten Minahasa3. Alvian Elvis Peti dari Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara4. Mahmud, warga Kelurahan Telaga Biru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan5. Surian Syah asal Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara6. Surianto, warga Gilireng, Wajo, Sulawesi Selatan7. Wawan Saputra, warga Kelurahan Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kota Palopo8. Bayu Oktavianto, warga Kelurahan Miliran Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah9. Rinaldi, warga Makassar, Sulawesi Selatan10. Wendi Raknadian asal Kelurahan Pasar Ambacang, Padang, Sumatera Barat.(dar/kom)