Kapolri Jenderal Tito Harus Bisa Melanjutkan Reformasi Di Tubuh Polri

  • Oleh : an

Sabtu, 23/Jul/2016 11:01 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com) - Kapolri Jenderal Tito Karnavian diharapkan bisa segera melakukan reformasi di jajaran Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Polri. Tujuannya agar delapan program percepatan reformasi kepolisian yang pernah disampaikan Tito di Komisi III DPR bisa segera berjalan."Sebab poin ketiga dalam fit and profer test Tito di DPR adalah, mewujudkan pemberdayaan kualitas SDM Polri yang profesional dan kompeten serta menjunjung tinggi HAM," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S.Pane di Jakarta, Sabtu (23/7/2016).Dikatakan, janji ini yang ditunggu publik dan harus segera diwujudkan Tito. Jika proses mutasinya belum menunjukkan perubahan yang signifikan tentunya harapan itu akan sulit terwujud. IPW sendiri berharap banyak pada Tito Karnavian untuk bisa segera melakukan perubahan total di Polri.Neta menilai, mutasi pertama di era kepemimpinan Tito Karnavian yang berlangsung Jumat 22 Juli 2016 belum menunjukkan perubahan yang signifikan, masih menunjukkan mutasi gaya lama dan tidak sesuai dengan semangat perubahan. "Padahal banyak pihak yang berharap Tito bisa segera membawa perubahan besar di Polri," jelas Neta.Semangat suka atau tidak suka dan semangat kedekatan dengan pihak tertentu masih mewarnai proses mutasi. "Perwira-perwira terbaik yang tidak memiliki kedekatan dengan elit tetap dibiarkan terpuruk tanpa harapan, hingga tiga atau empat tahun tanpa posisi yang jelas," tambah Neta.Sementara ada perwira tertentu yang karena kedekatan dengan elit, baru dua bulan dimutasi kembali dimutasi lagi ke tempat yang "lebih basah".Terjadi Kemunduran ?Di era Kapolri Timur Pradopo jabatan tertentu, seperti Direskrimum atau Kapolresta, Kapolrestabes, dan lainnya hanya boleh diisi perwira yang sudah lulus Sespati. "Tapi sekarang perwira yang belum ikut Sespati bisa menjabat posisi tersebut. Sepertinya ada kemunduran dan sangat jauh dari semangat perubahan," kritik IPW. Selanjutnya, IPW berharap Kapolri Tito bisa lebih mencermati hal ini, dengan cara melakukan reformasi total di jajaran Deputi SDM Polri. Semua itu perlu dilakukan demi kebaikan Polri dan penegakan hukum dan keadilan di negeri ini."Tujuannya agar sistem assesment yang sudah dibangun Polri sejak 10 tahun lalu bisa berjalan efektif dan hanya perwira terbaik yang bisa menempati posisi strategis," tegas Neta.(helmi)

Tags :