Menteri Susi Beberkan Modus Kejahatan Perikanan

  • Oleh :

Senin, 29/Agu/2016 22:35 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti bersama Satuan Tugas (Satgas) 115 membeberkan, tiga modus operasi kejahatan perikanan pasca Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pelabuhan Benoa, Bali saat diawal Agustus 2016. Hal tersebut dapat diduga kuat adanya praktik tindak pidana perikanan yang akan ditindak lanjuti.Susi mengungkapkan, modus pertama pinjam izin, yakni kapal perikanan beroperasi menggunakan dokumen izin penangkapan ikan milik kapal lain. Modus ini dilakukan untuk mengelabui pengawas dan penegak hukum agar kapal yang sudah tidak memiliki izin atau eks asing yang dilarang beroperasi dapat tetap beroperasi melakukan penangkapan ikan, kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Senin (29/8/2016).Kedua ganti baju, yaitu modus kapal eks asing untuk mengubah kapal agar seolah-olah menjadi kapal buatan dalam negeri (umumnya kapal yang awalnya berbadan fiber/besi, dilapisi kayu. Menurut Susi, dengan modus ini, pemilik kapal dapat mendaftarkan kapalnya pada izin kapal perikanan provinsi Bali dan izin perikanan pemerintah pusat.27 kapal yang menggunakan modus ganti baju, sedang dalam tahap penyelidikan, ucap Susi.Ketiga pulang tanpa deregistrasi, yakni modus ini dilakukan oleh pemilik kapal eks asing dengan cara keluar dari wilayah Indonesia tanpa melalui proses deregistrasi. Alasan yang umum disampaikan menurut Susi adalah, kapal akan dijual di luar negeri, dan deregistrasi baru dilakukan setelah kapal tiba di negara tujuan. Modus ini antara lain dilakukan karena pemilik kapal tidak dapat melaksanakan syarat deregistrasi yag antara lain menunjukkan validitas legalitas dokumen kapal.Kapal ikan dapat keluar dari wilayah Indonesia sangat mungkin atas bantuan oknum birokrasi. Saya telah meminta Polri untuk menindaklanjutinya," tutur Susi. (albi)