Pelindo Marine Service Ekspansi Bisnis Pemanduan Di Selat Malaka

  • Oleh :

Selasa, 20/Sep/2016 10:34 WIB


SURABAYA(Berita Trans.com) Manajemen PT Pelindo Marine Service (PMS) berhasil gali potensi pendapatan dari sektor pemanduan di perairan Selat Malaka yang selama ini terabaikan. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Chairul Anwar kepada Berita Trans.com, kemarin. Saat ini kami telah melakukan pemanduan bagi kapal kapal yang melintas di Selat Malaka dimana sudah begitu lama terabaikan dan digarap pihak luar, khususnya Singapura yang telah lama eksis, ujar Chairul. Menurut Chairul, Selat Malaka adalah jalur pelayaran tersibuk di dunia yang dilalui lebih dari 90.000 kapal setiap tahunya sebagai potensi pendapatan yang belum tergarap oleh bangsa kita dan lebih hanya menjadi penonton. Akibatnya negara ini harus kehilangan potensi pendapatan puluhan triliun rupiah."Untuk it,u PT PMS mewakili Indonesia telah memulai mengelolah jasa pemanduan di Selat Malaka sejak Aril 2016 lalu," akunya. Secara territorial Selat Malaka sebenarnya milik tiga negara yakni Indonesia (60%), Malaysia (30%) dan Singapura (10%), tapi kenyataannya dari dulu yang dominan menggarap perairan itu justru Singapura. Dengan munculnya putra Indonesia mengelola jasa pemanduan di Selat Malaka, tampaknya tak membuat legowo para kompetitor. Hal itu terlihat dari isu yang berkembang di luaran yang menghembuskan bahwa Indonesia belum profesional melakukan pemanduan. Kenyataannya di luaran isu negatif disebarluaskan bahwa kita dikatakan tidak mempunyai kemampuan untuk memberi pelayanan pemanduan, akunya. Kabarnya dari usaha jasa pandu kapal saja, Singapura disinyalir meraup separuh dari pendapatan sekitar Rp30 triliun setiap tahun, dengan asumsi jumlah kapal yang melalui Selat Malaka pertahun sebanyak 90 ribu kapal dan jasa pemanduan 65 ribu dolar AS. Disamping itu, dari informasi yang ada Singapura juga menikmati pendapatan dari biaya lego jangkar dan labuh kapal yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah setiap bulannya dan juga menikmati pendapatan dari penjualan air bersih dan Bahan Bakar Minyak yang nilainya juga mencapai puluhan triliun rupiah setiap bulannya.Hingga kini PT PMS sudah mampu melayani jasa pemanduan 17 kapal dengan rat-rata kapal GT 360.000 ton dengan panjang 300 meter. (rudi).

Tags :