Core Indonesia: Pemerintah Perlu Sikapi Penurunan Nilai Ekspor Kopi Indonesia

  • Oleh : an

Selasa, 20/Des/2016 13:56 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com) - Direktur Penelitian Center of Reform of Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal sepanjang periode Januari-November 2016, kinerja ekspor komoditas unggulan ini juga terus merosot menjadi hanya US$1,69 miliar atau anjlok 17,91% dari capaian periode sebelumnya US$2,05 miliar.Dia menilai kondisi harus disiasati dengan mulai menggenjot ekspor produk olahan.Penurunan harga kopi ini tak lepas dari turunnya harga kopi dalam perdagangan internasional, terutama sebulan terakhir, kata Faisal dalam paparan akhir tahun Core Indonesia 2016 di Jakarta, Selasa (20/12/2016).Selain itu, lanjut dia, kopi yang diekspor sebagian besar masih dalam bentuk biji dan belum diolah sehingga nilai tambahnya rendah. Ekspor dalam bentuk mentah memang semestinya terus dikurangi dan diganti dengan yang olahan, kata Faisal menyarankan.Dia menyebutkan industri dalam negeri pada dasarnya telah mampu memproduksi kopi olahan. Akan tetapi, sejauh ini mayoritas kopi olahan masih diserap pasar domestik.Menurut Faisal, pemerintah juga perlu mendorong pelaku usaha untuk menggenjot produktivitas kopi.Pasalnya penurunan ekspor ini juga dipengaruhi turunnya jumlah produksi kopi sementara permintaan pasar dalam negeri juga mulai meningkat.Produktivitas lahan kopi ini juga perlu ditingkatkan, tuturnya.Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) pernah mengungkapkan lahan untuk kopi Arabica memang terus berkurang sejak 2014, dari330.087 hektar menjadi 326.267 hektar pada 2015 dan diperkirakan hanya berkisar 321.158 hektar pada 2016.Sedangkan area penanaman kopi robusta memang mengalami penambahan dari 899.808 hektar pada 2014 menjadi 906.963 hektar pada 2015 dan 912.135 hektar pada 2016. Namun, produksi kopi sulit digenjot pada tahun ini lantaran anomali cuaca yang mengganggu musim panen kopi pada September - November.(helmi)