KNKT Segera Selidiki Penyebab Kebakaran KM Zahro Express

  • Oleh :

Minggu, 01/Janu/2017 18:25 WIB


JAKARTA (beritatrans.com) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera akan menyelidiki kasu kebakaran yang menimpa kapal penumpang KM Zahro Express di perairan Kepulauan Seribu, Minggu pagi (1/1/2017)."Kami segera akan melakukan penyelidikan apa penyebab sebenarnya kebakaran KM Zahri Express," kata Ketua KNKT DR. Ir. Soerjanto Tjahjono, M.Sc.Soerjanto mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh KNKT, kebakaran KM Zahro Express diduga akibat konsleting listrik di ruang mesin."Tetapi untuk penyebab pastinya tunggu hasil penyelidikan dari Tim KNKT," ujarnya.Menurut Sierjanto, berdasarkan pengakuan dari beberapa penumpang yang sempat diwawancarai, ketika kapal yang akan menuju ke Pulau Tidung itu keluar dari batas perairan Muara Angke, mereka melihat ada asap dari belakang kapal yang ternyata berasal dari ruang mesin kapal."Pengakuan penumpang, antara munculnya asap sampai muncul api itu sangat cepat. Apanya sendiri langsung merambat ke berbagai bagian kapal dalam waktu sibgkat," katanya.Atas kejadian tersebut, KNKT akan mewawancarai berbagai pihak seperti penumpang, awak kapal, nakhoda, pemilik kapal, pengelola pelabuhan, KSOP Muara Angke, dan pihak-pihak lainnya."Hasil lengkap penelitian dan rekomendasinya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan," kata Soerjanto.Soerjanto juga mengaku akan memeriksa perbedaan pencatatan penumpang antara manifest yang tercantum di Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan kondisi riil penumpang di atas kapal yang diangkut."Informasi memang menyebutkan manifest yang tercantum dalam SPB sebanyak 100 orang. Tetapi kondisi penumpang riilnya di atas 200 penumpang," ujarnya.Seperti diberitakan, kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6960/Bc tersebut mengangkut sekitar 244 orang, termasuk 6 orang Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan kapasitas kapal mencapai 285 orang.Dari jumlah tersebut, dilaporkan korban meninggal berjumlah 23 orang dengan rincian 20 orang terbakar yang saat ini sudah dibawa ke RS POLRI, 3 orang meninggal karena terjun ke laut, 2 orang dibawa ke RS. Atmajaya dan 1 orang ke RS. Pluit. Kapal terbakar setelah sekitar 20 menit berlayar dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung. Api diduga berasal dari ruang mesin yang meledak. Dugaan sementara akibat konsleting listrik di mesin kapal. (aliy)