Tingkatkan Kualitas Diklat, BPSDMP Segera Terapkan e-Learning di Kampus Transportasi

  • Oleh : an

Rabu, 22/Mar/2017 19:16 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) akan menerapkan e-learning pada proses pembelajaran secara efektif mulai l April 2017. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan dan layanan kepada peserta diklat transportasi di Tanah Air.Demikian diungkapkan Kepala BPSDMP Dr. Wahju Satrio Utomo, saat penandatanganan Kesepakatan Bersama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM transportasi melalui e-learning dengan Universitas Terbuka (UT) di Jakarta, Rabu (22/3/2017) di kampus UT Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan."Sekolah-sekolah di BPSDM Perhubungan itu jenisnya pendidikan vokasi, 70% pedidikannya adalah praktek. Makanya kita akan terapkan e-learning agar peserta didik banyak praktek dan tidak usah berlama-lama di kampus," kata Wahju yang akrab disapa Tommy.Dia juga menjelaskan bahwa penerapan e-learning akan mendatangkan banyak keuntungan bagi peserta diklat, baik waktu maupun biaya yang dikeluarkan. "Nanti ketika kita terapkan e-learning, taruna yang sedang praktek ataupun bekerja tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh atau e-learning, sehingga bisa menekan biaya pendidikan dan mereka bisa gunakan waktu untuk cari pengalaman," jelas Tommy.Tommy menyontohkan Program Diploma IV pada sekolah pelayaran yang saat ini membutuhkan waktu 4 tahun untuk menyelesaikan pendidikan. Diklat teraebut selama 4 semester belajar di kampus, 2 semester praktek dan kembali lagi ke kampus selama 2 semester. Tommy UTSkema Belajar Dirubah"Sesuai arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, skema diklat ini nanti kita ubah. Untuk semester 1 sampai 4 mereka belajar di kampus dan sudah kita kenalkan e-learning. Selanjutnya pada semester 5 dan 6 mereka praktek berlayar, selesai praktek mereka ujian kompetensi yang dalam hal ini misalnya mereka mendapatkan sertifikat keahlian ANT (Ahli Nautika) III, kata dia. Selanjutnya, menurut Tommy, mereka bisa berlayar lagi pada posisi ANT III sambil melanjutkan pendidikan melalui e-learning selama 1 tahun dan turun kapal mengikuti ujian untuk mendapatkan gelar diploma.Sistem belajar seperti ni diyakini Tommy sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat khususnya peserta diklat. "Mereka diuntungkan dari segi biaya karena tidak perlu bayar biaya asrama, biaya makan, seragam dan lain-lain. Malah mereka bisa bekerja dan dapat gaji. Saat lulus pun mereka sudah mengantongi ijazah diploma IV plus pengalaman berlayar selama 1 tahun pada jabatan ANT III," tambah Tommy.(helmi)